Tokoh yang Berperan dalam Proses Perumusan Dasar Negara

Assalamualaikum Wr.Wb
Salam Sejahtera
Ok lasung saja siapa sih yang igin mendapat nilai yang sempurna tentu saja semua menginginkanya tapi semua itu tidak didapat begitu saja bukan? semua butuh usaha dan proses yang panjang, kunci mendapat nilai yang sempurna dalah belajar dengan giat dan ulet, maka dari itu saya disini ingin sedikit membatu proses pembelajaran teman-teman semua dengan sedikit ilmu yang telah saya pelajari sebelumnya dijejajang sekolah.
Pada kesempatan kali saya akan membagikan ilmu sedikit yang telah saya pelajari disekolah semoga saja artikel kali benar-benar bermanfaat utuk teman-teman semua. Langsung saja disimak materinya:

Tokoh yang Berperan dalam Proses Perumusan Dasar Negara

Membuat rumusan sekaligus menetapkan dasar negara bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Terdapat banyak sekali perbedaan pendapat dan pandangan karena masyarakat Indonesia mempunyai keanekaragaman seperti suku, agama, budaya, dan adat istiadat. Namun, para pendiri negara berhasil merumuskan dasar negara Indonesia melalui serangkaian proses yang mencerminkan nilai-nilai juang dan semangat kebersamaan. Dalam proses perumusan dasar negara, para pendiri negara telah menunjukkan sikap, perilaku, dan prestasi yang harus kita teladani.

Tokoh yang Berperan dalam Proses Perumusan Dasar Negara


Sebagai pelajar kita dapat meneladani semangat para tokoh pendiri negara dengan rajin belajar dan pantang menyerah, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa nasionalisme yang dapat ditunjukkan calam bentuk ikut serta dalam perayaan hari Kemerdekaan Republik  Indonesia, baik di sekolah maupun masyarakat sekitar kita. Selain itu, kita dapat ikut serta dalam parade pakaian adat, mengikuti upacara bendera di sekolah dengan khidmat, atau ikut lomba baca puisi tentang keindahan alam Indonesia.

Untuk bisa meneladani semangat para tokoh pendiri negara kita harus mengetahui lebih dalam tentang mereka. Berikut pengetahnuan mengenai beberapa tokoh yang telibat dalam proses perumusan dasar negara.

1. Ir. Soekarno
Ir. Soekarno lahir di Blitar pada tanggal 6Juni 1901. Beliau dikenal sebagai seorang pemimpin dengan gaya pidato yang khas dan mampu menggelorakan semangat bangsanya.

Ir. Soekarno


Pada zaman pendudukan Jepang, Ir. Soekarno diminta Jepang mengobarkan semangat bangsa Indonesia agar bersedia membantu melawan Sekutu dalam sebuah wadah yang bernama Putera (Pusat Tenaga Rakyat). Namun, oleh tokoh Empat Serangkai fIr. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, K.H. Mas Mansyur, dan Ki Hiajar DewantaraƂ, Putera justru dimanfaatkan untuk menyiapkan watak bangsa indonesia agar lebih cinta dan rela berkorban untuk tanah airrya sehingga pada aknirnya Putera dibubarkan oleh Jepang.

Menjelang kemerdekaan.I .Indonesia, Ir. Soekarno berjuang di dalam organisasi BPUPKI dan PPKI. Ir. Soekarno menyumbangkanpemikirannya dalam perumusan dasar negara Indonesia merdeka. Ir. Soekarno juga dipercaya menjadi ketua PPKI yang dipersiapkan untuk membentuk Indonesia merdeka.

Ir. Soekarno bersama Drs. Moh. Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 mengumumkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia atas nama seluruh bangsa Indonesia. Pada sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Ir. Soekarno terpilih dan dilantik sebagai presiden Republik Indonesia yang pertama.

2. Drs. Moh. Hatta
Drs. Moh. Hatta dilahirkan di Bukittinggi pada tanggal 12 Agustus 1902. Beliau dikenal dengan sebutan Bapak Koperasi Indonesia. Menjelang kemerdekaan Indonesia, Drs. Moh. Hatta aktif dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. la menjadi anggota BPUPKI dan PPKI Pada tanggal 17 Agustus 1945, Drs. Moh. Hatta bersama Ir. Soekarno mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Tokoh yang Berperan dalam Proses Perumusan Dasar Negara


Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI menetapkan dan melantik Drs. Moh. Hatta sebagai wakil presiden Republik indonesia mendampingi Ir. Soekarno. Oleh karena itu, Drs. Moh. Hatta dan Ir. Soekarno dianugerahi gelar sebagai Bapak Proklamator Indonesia.

3. Mr. Muhammad Yamin
Mr. Muhammad Yamin dilahirkan di Talawi, Sumatra Barat pada tanggal 28 Agustus 1903. Mr. Muhammad Yamin bercita-cita tinggi dalam upaya mempersatukan bangsanya. Beliau terkenal dengan pidato-pidatonya yang gencar dalam mengkritik pemerintah penjajah. Kegiatan berorganisasi dan berpolitik dimulai dengan memasuki Jong Sumatranen Bond dan Indonesia Muda. Cita-cita yang didambakan diwujudkan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa merupakan tiga unsur yang menjadi dasar persatuan bangsa yang sangat bersejarah.

Mr. Muhammad Yamin


Dalam rangka mempersiapakan terbentuknya Republik Indonesia medeka, Mr. Muhammad Yamin berperan aktif dengan mengajukan usulan berupa gagasan tentang rumusan dasar negara. Bilau juga terlibat dalam Panitia Sembilan di BPUPKI. Mr. Mohammad Yamin bahkan memberi nama hasil rumusan dasar negara yang dihasilkan Panitia Sembilan dengan sebutan Jakarta Charter atau Piagam Jakarta.

4. Prof. Dr. Mr. Supomo
Prof. Dr. Mr. Supomo dilahirkan di Sukoharjo, Jawa Tengah pada tanggal 22 Januari 1903. Prof. Dr. Mr. Supomo memiliki keahlian di bidanghukum tata negara. Berkat keahliannya tersebut, pada waktu menjelang kemerdekaan Indonesia Prof. Dr. Mr. Supomo terpilih menjadi anggota BPUPKI dan PPKi. Sebagai seorang ahli hukum, Supomo menjadi tim perumus undang-undang dasar yang kemudian diberi nama Undang-Undang Dasar Republik indonesia 1945.

Prof. Dr. Mr. Supomo


Beliau mengusulkan dasar-dasar negara dalam sidang BPUPKII tanggal 31 Mei 1945. Setelah Indonesia merdeka, Prof. Dr. Mr. Supomo menjadi Menteri Kehakiman. Sesudah pengakuan kedaulatan pada tahun 1949, beliau kembali menjadi Menteri Kehakiman. Rasa cinta Supomo terhadap tanah air Indonesia harus kita teladani dengan cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

5. K.H. Agus Salim
K.H. Agus Salim lahir di Bukitinggi, Sumatra Barat pada tanggal 8 Oktober 1884. K.H. Agus Salim merupakan seorang yang sangat cerdas sehingga beliau mampu menguasai enam.bahasa asing yaitu bahasa Prancis, Inggris, Jerman, Jepang, Turki, dan Arab.

K.H. Agus Salim pernah menjadi ketua Partai Sarekat lslam Indonesia tahun 1929. Beliau bersama Semaun mendirikan Persatuan Pergerakan Buruh pada tahun 1919. Mereka gigih menuntut kepada. pemerintah kolonial Hindia-Belanda agar membentuk Dewan Perwakilan Rakyat (Volksraad). Menjelang proklamasi kemerdekaan, K.H. Agus Salim termasuk salah satu anggota Panitia Sembilan dan BPUPKI.

K.H. Agus Salim


Ketika masa kemerdekaan, K.H. Agus Salim dipercaya menjadi menteri dalam negeri pada Kabinet Syahrir I dan II. Beliau juga pernah ditunjuk sebagai menteri luar negeri dalam Kabinet Hatta. Perjuangan K.H. Agus Salim di dalam negeri maupun luar negeri sangat luar biasa la meninggal pada tanggal 4 November 1954 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Pada tahun 1961 pemerintah Indonesia mengangkat K.H. Agus Salim sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional.

Terimakasih buat teman-teman semua telah mengunjungi blog saya yang alakadarnya ini, semoga artikel-artikel yang saya buat ini bisa benar-benar bermanfaat untuk teman-teman semua, apabila banyak kekurangan didalamnya mohon dimaafkan.
Salam Sukses..!!

0 Response to "Tokoh yang Berperan dalam Proses Perumusan Dasar Negara"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel