Nilai Kebersamaan dan Persatuan dalam Proses Perumusan Pancasila

Assalamualaikum Wr.Wb
Salam Sejahtera
Ok lasung saja siapa sih yang igin mendapat nilai yang sempurna tentu saja semua menginginkanya tapi semua itu tidak didapat begitu saja bukan? semua butuh usaha dan proses yang panjang, kunci mendapat nilai yang sempurna dalah belajar dengan giat dan ulet, maka dari itu saya disini ingin sedikit membatu proses pembelajaran teman-teman semua dengan sedikit ilmu yang telah saya pelajari sebelumnya dijejajang sekolah.
Pada kesempatan kali saya akan membagikan ilmu sedikit yang telah saya pelajari disekolah semoga saja artikel kali benar-benar bermanfaat utuk teman-teman semua. Langsung saja disimak materinya:


Nilai Kebersamaan dan Persatuan dalam Proses Perumusan Pancasila

Dalam proses perumusan Pancasila kita mengenal beberapa tokoh pendiri negara yang berperan dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara. Mereka telah memberikan contoh semangat kebangsaan secara bersama dalam perumusan Pancasila sebagai dasar negara. Adapun semangat dan komitmen para pendiri negara dalam merumuskan Pancasila adalah sebagai berikut.

Nilai Kebersamaan dan Persatuan dalam Proses Perumusan Pancasila


1. Mengutamakan musyawarah. Proses perumusan
Pancasila dilakukan dengan musyawarah. Hal tesebut membuktikan bahwa para tokoh pendiri negara sangat menjunjung tinggi hilai kebersamaan denmi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Musyawarah untuk mufakat adalah cara yang ditempuh untuk menyelesaikan perbedaan pendapat yang muncul. Tujuan musyawarah adalah mencapai mufakat.

Pengambilan keputusan melalui musyawarah untuk mulakat mangandung nilai-nilai sebagai berikut.
1. Adanya kesepakatan bersama.
2. Sikap saling menghargai dan menghormati pendapat orang lain.
3. Sikap saling memberi dan menerima pendapat yang berbeda.
4. Kebersamaan dan semangat kekeluargaan.
5. Kebulatan tekad demi kepentingan bersama, bangsa, dan negara.



2. Semangat persatuan dan kesatuan yang kukuh. Mengutamakan persatuan dan kesatuan. Para tokoh seperti Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat, Mr. Muh. Yamin, Mr. Supomo, serta tokoh-tokoh yang lain memiliki semangat persatuan dan kesatuan saat merumuskan dasar negara Indonesia. Hal ini terlihat saat para tokoh bangsa tersebut membahas dan mendiskusikan bersama dalam suatu musyawarah tentang rumusan dasar negara yang terbaik. Meskipun banyak perbedaan pendapat, tetapi mereka tetap mengutamakan semangat persatuan dan kesatuan.

3. Adanya rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia. Para pendiri negara dalam merumuskan Pancasila dilandasi oleh rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia sehingga nilaj-nilai yang ada dalam Pancasila adalah nilai-nilai yang berasal dari bangsa indonesia sendiri. Nilai-nilai tersebut yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial adalah nilai-nilai yang berasal dan digali dari bangsa Indonesia.

Sebagai generasi muda penerus bangsa, kita harus senantiasa memupuk dan mengembangkan
lai-nilai juang yang telah dicontohkan oleh para pejuang. Nilai juang bangsa indonesia dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut.

1. Nilai Dasar

Nilai dasar adalah as-asas yang diterima sebagai nilai l kebenaran yangada dan perlu dilestarikan. Nilai-nilai ciasarini merupakan perwujudar tatanan hjlaii budaya luhur yang dijadikan pedoman hidup dan kekuatan moral spiritual bangsa Indonesia, baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara. Adapun nilai-nilai dasar tersebut adalah sebagai berikut.

Nilai Dasar Perumusan Pancasila


1. Nilai-nilai dalam Pancasila, yaitu kekeluargaan, kebersamaan, dan gotong royong.
2. Nilai-nilai Proklamasi Kemerdekaan Republik indonesia 17 Agustus 1945, yaitu nasionalisme
3. Nilai-nilai dalar UUD 1945, yaitu semangat kebangsaan darn kemerdekaan dan patriotisme.

2. Nilal Operasional

Nilai operasional atau praksis adalah pelaksanaan dari nilai dasar, biasanya berbentuk nomma hukum
atau norma sosial. Adapun yang termasuk dalam nilai-nilai operasional adalah sebagai berikut.

a. Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
b. Jiwa serta semangat merdeka dan anti penjajahan.
c. Patriotisme.
d. Kepahlawanan.
e. Rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka.
f. Pantang mundur dan tidak kenai menyerah.
g. Persatuan dan kesatuan.
h. Bekerja tidak mengharapkan balasan.
i. Percaya kepada diri sendiri atau percaya kepada kekuatan dan kermampuan sendiri.
j. Pembangunan nasional.
k. Percaya kepada hari depan yang gemilang dari bangsanya.
l. Idealisme kejuangan yang tinggi.
m. Berani, rela, serta ikhlas berkorban untuk tanah air, bangsa, dan negara.
n. Nasionalisme.
o. Kesetiakawanan dan senasib sepenarnggungan dalam kebersamaan.
p. Ulet serta tabah menghadapi segala macam ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan.

Nilal Operasional Terwujudnya Pancasila


Dalam Pancasila terkandung lima nilai dasar yang kita akui kebenarannya. Namun, ada satu nilai yang menjadi sumber kehidupan bagi bangsa Indonesia, yaitu sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila ini menjiwai, mendasari, dan memimpin perwujucan dari keempat sila di bawahnya. Bangsa Indonesia percaya akan keberadaan Tuhan sehingga selalu berpegang teguh pada ajaran agama yang dianutnya. Setiap agama mengajarkan tentang hubungan antara manusia dan Tuhan serta hubungan antar manusia. Dengan berpedoman pada agama yang kita anut, kita akan dapat mewujudkan kehidupan bermasyarakat dan beragama yang serasi serta seimbang.

Nilai-nilai- yang terkandung dalam Pancasila harus dihayati dan diamalkan oleh setiap warga negara Indonesia karena mengingatkan semangat religi, memuliakan martabat manusia, persatuan dan kesatuan bangsa, demokrasi, serta keadilan sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam wujud yang selalu tumbuh dan berkembang semakin baik.

Setiap hilai yang terkandung dalam Pancasila mengandung hilai positif yang berisi kebenaran sehingga harus selalu kita terapkan dalam kohidupan bemasyaraka, berbangsa, dan bernegara. Nilai dalam Pancasila juga dapat mengatur dan mengendalikan tingkah laku masyarakat. Apabila kita ┼čelalu berpedoman pada Pancasila dala bertingkah laku, kita dapat rmembentengi dir dari perbuatan melanggar hukum maupun norma dalam masyarakat. Dengan demikian akan tenwujud kehidupan masyarakat yang tertib dan damai.

0 Response to "Nilai Kebersamaan dan Persatuan dalam Proses Perumusan Pancasila"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel