Persiapan Proklamasi Kemerdekaan

Assalamualaikum Wr.Wb
Salam Sejahtera
Ok lasung saja siapa sih yang igin mendapat nilai yang sempurna tentu saja semua menginginkanya tapi semua itu tidak didapat begitu saja bukan? semua butuh usaha dan proses yang panjang, kunci mendapat nilai yang sempurna dalah belajar dengan giat dan ulet, maka dari itu saya disini ingin sedikit membatu proses pembelajaran teman-teman semua dengan sedikit ilmu yang telah saya pelajari sebelumnya dijejajang sekolah.
Pada kesempatan kali saya akan membagikan ilmu sedikit yang telah saya pelajari disekolah semoga saja artikel kali benar-benar bermanfaat utuk teman-teman semua. Langsung saja disimak materinya:


Proklamasi Kemerdekaan

Proklamasi kemerdekaan merupakan peristiwa paling bersejarah bagi bangsa indonesia. Peristiwa ini
ditandai dengan pembacaan teks proklamasi oleh Soekarno. Proklamasi kemerdekaan menjadi awal
kehidupannegara Indonesia sebagai negara berdaulat sejajar dengan negara-negara lain.

A. Persiapan Proklamasi Kemerdekaan

Persiapan Proklamasi Kemerdekaan

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia menandai berakhimya masa pendudukan Jepang di Indonesia. Persiapan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Janji Perdana Menteri Koiso

Janji Perdana Menteri Koiso

Pada 7 September 1944 Perdana Menteri Koiso mengeluarkan sebuah pernyataan mengenai janji kemerdekaan Indonesia. Pernyataan ini kemudian dikenal dengan "Janji Koiso" Sejak pemberian janji tersebut pemerintah Jepang mengeluarkan beberapa kebijakan yang pro-Indonesia. Jepang, mengizinkan pengibaran bendera Merah Putih berdampingan dengan bendera Jepang serta menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di sekolah, kantor pemerintah, dan media massa.

2. Pembentukan BPUPKI

Pembentukan BPUPKI

Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dibentuk pada 1 Maret 1945. Pembentukan BPUPKl diumumkan oleh pemerintah militer Jepang di Jawa yang dipimpin Letnan Jenderal Kumakichi Harada. Tindakan ini merupakan langkah konkret pertama atas janji
Koiso. Pada 28 Mei 1945 berlangsung upacara peresmian BPUPKI di gedung Chuo Sangi
In, di Jalan Pejambon, Jakarta (sekarang gedung Kementerian Luar Negeri). Upacara ini sekaligus menjadi sidang resmi pertama BPUPKI. Sidang kedua BPUPKI berlangsung pada 10-16 Juli 1945 untuk membahas undang-undang dasar negara Indonesia. Peserta sidang menyepakati pembukaan undang-undang dasar negara Indonesia diambil dari isi Piagam Jakarta.

3. Pembentukan PPKI

Pembentukan PPKI

Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKl) dibentuk bersamaan dengan pembubaran BPUPKI, yaitu pada 7 Agustus 1945. PPKI diketuai oleh Soekarno dan wakil ketua Moh. Hatta. Adapun Ahmad Soebardjo ditunjuk sebagai penasihat PPKI. Tugas PPKl adalah melanjutkan tugas
BPUPKI untuk mempersiapkan segala sesuatu berkaitan dengan pelaksanaan kemerdekaan atau pemindahan kekuasaan dari Jepang kepada Indonesia. Selain itu, PPKI bertugas mempersiapkan segala Sesuatu yang mencakup masalah ketata negaraan dan pemerintahan setelah Indonesia merdeka.

4. Pertemuan Dalat
Pada 10 Agustus 1945 Soekarno, Moh. Hatta, dan Radjiman Wediodiningrat diundang pemimpin militer Jepang untuk kawasan Asia Tenggara, Jenderal Terauchi. Ketiga tokoh tersebut terbang ke Dalat, Vietnam. Pada 12 Agustus 1945 rombongan Soekarno mengadakan pertemuan dengan Jenderal Terauchi. Dalam pertemuan tersebut pemerintah Jepang meminta para tokoh Indonesia mendukung perjuangan pasukan Jepang dalam Perang Pasifik. Sebagai kompensasi, Jepang akan segera merealisasikan janji kemerdekaan kepada bangsa Indinesia, yaitu 24 Agustus 1945.

5. Jepang Menyerah kepada Sekutu

Jepang Menyerah kepada Sekutu

Pada 6 dan 9 Agustus 1945 Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Kota Hiroshima dan Nagasaki. Pengeboman tersebut menyebabkan posisi Jepang se- makin terdesak. Akhirnya, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945. Kekalahan Jepang tersebut membawa dampak besar bagi bangsa Indonesia. Pada saat itu terjadi kekosongan kekuasaan (vacuum of power) di Indonesia.

6. Perlstiwa Rengasdengklok

Perlstiwa Rengasdengklok

Peristiwa Rengasdengkiok terjadi pada 16 Januari 1945. Peristiwa ini berawal dari perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda mengenai pelaksanaan proklamasi kemerdekaan. Pada peristiwa ini golongan muda membawa Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok. Selama berada di Rengasdengklok, Soekamo dan Moh. Hata terus didesak oleh golongan muda segera melaksanakan proklamasi kemerdekaan. Sementara itu, Wikana mendapat tugas menemui Ahmad Soebardjo. Dalam pertemuan tersebut Ahmad Soebardjo menyatakan proklamasi kemerdekaan hanya
akan dilaksanakan apabila Soekarno-Hatta kembali ke Jakarta. Ahmad Soebardjo menjamin proklamasi akan diaksanakan paling lambat pada 17 Agustus 1945 pukul 12.00 asal Soekarno-Hatta kembali ke Jakarta. Setelah mendengar kesepakatan tersebut, para pemuda mengizinkan Seokarno-Hatta kemball ke Jakarta.


Terimakasih buat teman-teman semua telah mengunjungi blog saya yang alakadarnya ini, semoga artikel-artikel yang saya buat ini bisa benar-benar bermanfaat untuk teman-teman semua, apabila banyak kekurangan didalamnya mohon dimaafkan.
Salam Sukses..!!

0 Response to "Persiapan Proklamasi Kemerdekaan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel