Kehidupan Masyarakat pada masa Hindu-Budha

Assalamualaikum Wr.Wb
Salam Sejahtera
Ok lasung saja siapa sih yang igin mendapat nilai yang sempurna tentu saja semua menginginkanya tapi semua itu tidak didapat begitu saja bukan? semua butuh usaha dan proses yang panjang, kunci mendapat nilai yang sempurna dalah belajar dengan giat dan ulet, maka dari itu saya disini ingin sedikit membatu proses pembelajaran teman-teman semua dengan sedikit ilmu yang telah saya pelajari sebelumnya dijejajang sekolah.
Pada kesempatan kali saya akan membagikan ilmu sedikit yang telah saya pelajari disekolah semoga saja artikel kali benar-benar bermanfaat utuk teman-teman semua. Langsung saja disimak materinya:


Kehidupan Masyarakat pada masa Hindu-Budha

Pengaruh Hindu-Budha masuk di Indonesia hampir dalam waktu bersamaan. Pengaruh tersebut menyebabkan kebudyaan masyarakat Indonesia semakin beragam.

Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia

Salah satu pengaruh Hindu-Budha di Indonesia adalah berdirinya beberapa kerajaan sebagai berikut.

1) Kerajaan Kutai

Peninggalan Kerajaan Kutai, Raja Kerajaan Kutai, Tempat Kerajaan Kutai, Silsilah Kerajaan Kutai


Kerjaan Kutai diperkirakan terletak disekitar Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Para sejarawan menyatakan Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu pertama di Indonesia. Keberadaan kerjaan Kutai dibuktikan dengan penemuan tujuh buah Yupa. Yupa adalah Prasasti yang dipahat pada tiang batu. Isi prasasti Yupa antara lain silsilah raja-raja Kutai dan agama yang berkembang di Kerajaan Kutai. Raja pertama Kutai yaitu Raja Kudungga yang memiliki anak bemama Aswawarman. Aswawarman memiliki tiga anak, salah satunya bernama Mulawarman, Pada masa pemerintahan Mulawarman, Kerajaan Kutai mencapai puncak kejayaan.

2) Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berdiri pada abadV Masehi di Jawa Barat. Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan Hindu tertua di Pulau Jawa. Sumber sejarah Kerajaan Tarumanegara diperoleh dari tujuh prasasti dan berita Cina benupa laporan perjalanan Fa-Hien. Sumber sejarah Kerajaan Tarumanega yaitu prasasti Ciaruteun, Jarmbu, Kebon Kopi, Tugu, Pasir Awi, MuaraClanten, dan Cidanghiang. Raja terkenal dari Kerajaan Tarumanegara bernama Purnawarman.

Kerajaan Tarumanegara, Peninggalan Kerajaan Tarumanegara, Prasasti Kerajaan Tarumanegara


Kehidupan masyarakat Tarumanegara pada masa pemerintahan Raja purnawaman sangat makmur. Prasasti Tugu menyebutkan pada tahun ke-22 pemerintahnya, Raja Purnawaman melakukan penggalian Sungai Gomati dan Candrabagha. Kedua sungai tersebut berfungsi sebagai saluran irigasi dan pencegah banjir.

3) Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya diperkirakan terletak di Palembang. Kerajaan Sriwijaya berdiri pada abad VII Masehi. Informasi mengenai Kerajaan Sriwijaya terdapat dalam prasasti dari dalam dan luar negeri. Prasasti dari dalam negeri antaralain prasasti Kedukan Bukit, Talang Tuo, dan Telaga Batu.Sementara itu, pras dari luar negeri yaitu prasasti Ligor, Nalanda, dan Canton. Sumber lain tentangKerajaan Sriwijaya berupacatatan seorang pendeta Cina bernama I-Tsing.

Kerajaan Sriwijaya, Peninggalan Kerajaan Sriwijaya, Prasasti Kerajaan Sriwijaya


Masyarakat Sriwijaya mengembangkan kegiatan perdagangan sebagai mata pencaharian pokok. Kegiatan perdagangan di Sriwijaya didukung oleh letaknya yang strategis di persimpangan jalur perdagangan internasional. Selain berdagang, sebagian besar masyarakat Sriwijaya yang berprofesi sebagai petani. Aktivitas pertanian didukung oleh keberadaan Sungai Musi. Kerajaan Sriwijaya juga menjadi pusat kegiatan agama Buddha Mahayana di Asia Tenggara.

Kerajaan Sriwijaya mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja Balaputradewa (sekira abad VIl-VI Masehi). Pada masa ini wilayah kekuasaan Sriwijaya berkembang luas. Pada abad XI Kerajaan Sriwijaya runtuh akibat serangan Kerajaan Colamandala dari India dan Kerajaan Singasari dari JawaTimur.

4) Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno berdiri sekitar abad VIl Masehidi Jawa Tengah informasi mengenai Kerajaan Mataram Kuno berasal dari prasasti Canggal, Kalasan, Ligor, Nalanda, Klurak, dan Mantyasih. Menurut infommasi sejarah, Kerajaan Mataram Kuno diperintah dua dinasti, yaitu Dinasti Sanjaya beragama Hindu dan Dinasti Syailendra beragama Budha.

Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno


Pada masa pemerintahan Rakai Pikatan-Pramodhawardani, wilayah Mataram Kuno meliputi Jawa Tengah dan JawaTimur. Sepeninggal Rakai Pikatan, Mataram Kuno diperintah oleh Dyah Balitung yangmemerintah pada898-911 Masehi. Pada masa pemerintahan Dyah Balitung, Mataram Kuno mencapal puncak kejayaan. Dalam bidang kebudayaan, masyarakat Mataram Kuno memiliki keunggula dalam seni bangunan candi. Kondisi ini dibuktikan adanya peninggalan candi-candi di sekitar wilayah Mataram Kuno.

5) Kerajaan Singasari
Kerajaan Singasari terletak di Jawa Timur. Kerajaan ini didirikan pada 1222 oleh KenArok. Sumber sejarah Kerajaan Singasari berasal daricandi-candi yang ditemukan di daerah Singasari dan Malang, Jawa Timur. Keberadaan Singasari juga dijelaskan dalam kitab Nagarakertagama dan Pararaton.
Kerajaan Singasari mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja Kertanegara. Raja Kertanegara berusaha memperluas wilayah kekuasaan Singasari melalui Ekspedisi Pamalayu.

Kerajaan Singasari, Peninggalan Kerajaan Singasari


Pemerintahan Raja Kertanegara menandai periode akhir Kerajaan Singasari. Penolakan Kertanegara
terhadap utusan Mongol menyebabkan Kaisar Mongol, Kubilai Khan, marah dan mengirim pasukan untuk menyerang Singasari. Akan tetapi, sebelum pasukan. Mongol tiba, Kerajaan Singasari sudah mengalami kehancuran akibat serangan Jayakatwang (keturunan Raja Kediri). Serangan tersebut menewaskan Raja Kertanegara dan menghancurkan kekuasaan Singasari.

6. Kerajaan Majapahit
Kerajaan Mahapahit berdiri pada 1293. Oleh para sejarawan, Kerajaan Majapahit dianggap sebagai kerajaan Hindu--Buddha terbesar di Indonesia, Pusat Kerajaan Majapahit berada di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Beberapa sumber sejarah yang menerangkan keberadaan Kerajaan
Majapahit antara lain kitab Pararaton, Sutasoma, dan Nagarakertagama. Keberadaan Kerajaan Majapahit juga disebutkan dalam beberapa prasasti seperti prasasti Gunung Butak, Kudadu, Blambangan, dan Langgaran.

Kerajaan Majapahit, Peninggalan Kerajaan Majapahit


Pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaan. Dengan gelar Sri Rajasanegara, Hayam Wuruk memerintah selama 39 tahun dengan didampingi Gajah Mada sebagai patih. Sepeninggal Gajah Mada (1364) dan Hayam Wuruk (1389), Majapahit mengalami kemunduran. Majapahit runtuh seiring terjadinya perang saudlara yang dikenal dengan Perang Paregreg. Selain itu, munculnya pengaruh Islam turut menjadi penyebab runtuhnya Keraja Majapahit.


Terimakasih buat teman-teman semua telah mengunjungi blog saya yang alakadarnya ini, semoga artikel-artikel yang saya buat ini bisa benar-benar bermanfaat untuk teman-teman semua, apabila banyak kekurangan didalamnya mohon dimaafkan.
Salam Sukses..!!

0 Response to "Kehidupan Masyarakat pada masa Hindu-Budha"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel