Pengendalian Sosial Menurut Sifatnya

Pengendalian Sosial Menurut Sifatnya

Menurut sifatnya, pengendalian sosial dibedakan dalam bentuk preventif, represif, dan gabungan preventif dan represif.

a. Pengendalian preventif
Yaitu usaha pencegahan terhadap terjadinya perilaku menyimpang terhadap norma dan nilai sehingga merupakan upaya pencegahan sebelum terjadi penyimpangan. Untuk menghindari kemungkinan agar tidak sampai terjadi tindakan penyimpangan, perlu dilakukan pencegahan  Sedini mungkin. Usaha-usaha pengendalian preventif dapat dilakukan melalui pendidikan dalam keluargadan masyarakat (infomal) dan pendidikan di sekolah (formal)
Contoh-contoh pengendalian preventif antara iain:
menanamkan sopan santun, tata krama, ketertiban dan kedisipli-nan melalui bimbingan, pengarahan dan ajakan.

Pngertian Pengendalian preventif


b. Pengendalian represif
Yaitu pengendalian yang bertujuan memberikan penyadaran terhadap pelaku penyimpangan sosial ( Setelah terjadi penyimpangan). Pengendalian Represif berfungisi sebagi pengendalian keselarasan yang terganggu adanyan penyimpangan sosial, maka perlu dilakukan pengendalian seperti semula.
Contoh:
- Siswa yang melanggar tata tertib disekoalah dikenakan sanksi oleh guru agar siswa yang bersangkutan kembali kejalan yang benar.

Pengendalian Sosial Menurut Sifatnya


c. Pengencailan gabungan (preventf-represif)
Yaitu pengendalian yang saling terkait atau terpadu, yang bertujuan mencegah terjadinya, penyimpangan dan sekaligus mengembalikan penyimpangan, ke perilaku yang sesuai dengan norma-norma. Usaha pengendalian dengan mema-dukan ciri preventif dan represif dimaksudkan agar suatu perilaku tidak sampai menyimpang dari norma-norma, dan kalaupun terjadi, penyimpangan tersebut tidak sampai merugikan terhadap orang lain atau diri sendiri. Usaha ini dilakukan lebih dari satu kali, yaitu tindakan pencegahan dilakukan sebelum seseorang melakukan penyimpangan,selanjutnya tindakan pengendalian setelah terjadi penyimpangan. Jadi usaha yang pertama dengan kedua ditakukan secara terpadu atau terkait. .
Contoh:
Untuk mengawasi agar siswa tidak mbolos (meninggalkan sekolah tanpa izin) ada jam pelajaran sekolah, maka pencegahan secara preventif yang dilakukan oleh sekolah adalah membertakukan guru piket. Walaupun sudah dicegah, bila temyata masih ada siswa yang melanggar, maka siswa yang melakukan dikenakan sanksi swesuai dengan aturan yang beriaku (represif).

Keteraturan dan ketertiban sosial sangat diharapkan oleh masyarakat.Agar tercapai hal itu setiap anggota masyarakat harus memiliki sikap konformitas (confomity), yaitu sikap patuh terhadap nilai-nilai dan norma-norma yang beiaku, sehingga dapat diterima di masyarakat (kelompok sosial).
Sekalipun yang diharapkan oleh masyarakat adalah kepatuhan terhadap nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku, namun kadang-kadang ada anggota masyarakat yang melakukan perilaku menyimpang. Untuk mencegah dan mengatasi terjadinya perilaku menyimpang dari nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku, maka masyarakat memiliki sarana pengendalian sosial (kontrol sosial).

0 Response to "Pengendalian Sosial Menurut Sifatnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel