Penerapan Norma

Assalamualaikum Wr.Wb
Salam Sejahtera
Ok lasung saja siapa sih yang igin mendapat nilai yang sempurna tentu saja semua menginginkanya tapi semua itu tidak didapat begitu saja bukan? semua butuh usaha dan proses yang panjang, kunci mendapat nilai yang sempurna dalah belajar dengan giat dan ulet, maka dari itu saya disini ingin sedikit membatu proses pembelajaran teman-teman semua dengan sedikit ilmu yang telah saya pelajari sebelumnya dijejajang sekolah.
Pada kesempatan kali saya akan membagikan ilmu sedikit yang telah saya pelajari disekolah semoga saja artikel kali benar-benar bermanfaat utuk teman-teman semua. Langsung saja disimak materinya:


Penerapan Norma

Berjabat tangan dengan Bapak/lbu Guru merupakan contoh sikap yang mencerminkan norma dilingkungan sekolah. Menghormati orang tua dan mengikuti kegiatan gotong royong merupakan contoh sikap yang mencerminkan norma di lingkungan keluarga dan masyarakat. Itulah beberapa contoh norma yang ada di berbagai lingkungan kehidupan.

Macam-macam Norma Berdasarkan Bentuknya


A. Pengertian Norma
Masyarakat terdiri atas kumpulan individu atau kelompok yang mendiami suatu tempat. Agar
kehidupan masyarakat tetap tertib, masyarakat harus patuh terhadap peraturan. Aturan yang
berlaku dalam masyarakat disebut norma. Berikut ini beberapa pengertian norma.

a. Prof. Soedikno Mertokusumo
Pakar hukum perdata, berpendapat bahwa norma adalah aturan hidup bagi manusia tentang hal yang
seharusnya dilakukan dan hal yang seharus-nya tidak dilakukan oleh manusia terhadap manusia lain.

b. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, norma adalah aturan atau ketentuan yang mengikat warga masyarakat, norma dipakai sebagai panduan dan pengendalian tingkah laku yang sesuai, diterima, dan harus ditaati setiap warga masyarakat. Selain itu, norma mengandung pengertian ukuran atau kaidah yang dipakai sebagai tolok ukuruntuk menilai atau membandingkan sesuatu.

Macam-Macam Norma

Ada bemacam-macam norma yang berlaku dalam masyarakat. Norma-norma tersebut dapat
dibedakan berdasarkan bentuk dan sumbernya. Berikut macam-macam norma berdasarkan
bentukdan sumbernya.

B. Norma Berdasarkan Bentuknya
Norma berdasarkan bentuknya dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu norma tertulis dan norma tidak tertulis. Berikut ini penjelasan kedua norma tersebut.

1. Norma Tertulis
Norma tertulis adalah norma yang dinyatakan atau dideklarasikan dalam bentuk tertulis. Norma tertulis ini biasanya dibentuk oleh pejabat yang berwenang, misalnya norma hukum.

2. Norma Tidak Tertulis
Norma tidak tertulis adalah norma yang terbentuk karena kebiasaan dan tidak tertulis dalam media apa pun. Norma tidak tertulis ini diakui dan disepakati keberadaannya oleh masyarakat secara alami melalui interaksi yang telah berlangsung lama. Dalam kehidupan bermasyarakat, terdapat berbagai bentuk norma yang tidak tertulis. Beberapa norma tidak tertulis sebagai berikut.


a) Cara (Usage)
Cara adalah perbuatan tertentu yang dilakukan individu dalamsuatu masyarakat, tetapi tidak secara
terus-menerus. Cara mempunyai daya mengikat paling lemah. Cara ini lebih menonjol dalam huburngan antar individu. Bagi individu yang melanggarnya hanya akan mendapat cemoohan atau ejekan. Ada banyak bentuk cara, misainya cara makan seseorangyang dinilai wajar dan baik jika tidak mengeluarkan bunyi.

b) Kebiasaan (Folkways)
Kebiasaan merupakan perbuatan berulang-ulang dengan bentuk sama yang dilakukan secara
sadar dan mempunyai tujuan-tujuan jelas serta dianggap baik dan benar.

c) Tata Kelakuan (Mores).
Tata kelakuan adalah sekumpulan perbuatan yang mencerminkan sifat-sifat hidup dari sekelompok
manusia yang dilakukan secara sadar guna melaksanakan pengawasan oleh sekelompok masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Tata kelakuan ini mempunyai sanksi agak berat, yaitu pengucilan dari
pergaulan masyarakat. Contoh bentuk pelanggaran terhadap tata kelakuan adalah mengenakan pakaian sangat minim.

c) Adat istiadat (Custom)
Tata kelakuan yang terintegrasi secara kuat dengan pola-pola perilaku masyarakat dapat meningkat menjadi adat istiadat. Anggota masyarakat yangmelanggar. adat istiadat akan mendapat sanksi keras, misalnya adat di Lampung melarang terjadinya perceraian pasangan suami istri. Jika terjadi perceraian, orang yang melakukan pelanggaran termasuk keturunannya akan dikeluarkan dari masyarakat hingga keadaannya pulih kembali.

Terimakasih buat teman-teman semua telah mengunjungi blog saya yang alakadarnya ini, semoga artikel-artikel yang saya buat ini bisa benar-benar bermanfaat untuk teman-teman semua, apabila banyak kekurangan didalamnya mohon dimaafkan.
Salam Sukses..!!

0 Response to "Penerapan Norma"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel