Cara Pengendalian Sosial

Assalamualaikum Wr.Wb
Salam Sejahtera
Ok lasung saja siapa sih yang igin mendapat nilai yang sempurna tentu saja semua menginginkanya tapi semua itu tidak didapat begitu saja bukan? semua butuh usaha dan proses yang panjang, kunci mendapat nilai yang sempurna dalah belajar dengan giat dan ulet, maka dari itu saya disini ingin sedikit membatu proses pembelajaran teman-teman semua dengan sedikit ilmu yang telah saya pelajari sebelumnya dijejajang sekolah.
Pada kesempatan kali saya akan membagikan ilmu sedikit yang telah saya pelajari disekolah semoga saja artikel kali benar-benar bermanfaat utuk teman-teman semua. Langsung saja disimak materinya:

Cara Pengendalian Sosial

Ada banyak cara pengendalian sosial baik yang diterapkan dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun di masyarakat luas.
1. Pengendalian sosial menurut pelaksanaannya
Macam-macam teknik pengendalian sosial jika ditinjau dari aspek pelaksanaannya, dapat (
dilakukan dengan cara kompuisi, persuasif, dan koersif

Cara Pengendalian Sosial


a. Pengendaliantanpa kekerasan (persuasif)
Cara-cara pengendalian sosial secara persuasif lebih tepat bila dilakukan di dalam suatu masyarakat yang berada daiam suasana yang tenteram. Di dalam masyarakat yang tertib dan teratur, nilai-nilai dan norma-norma telah melembaga ataumendarah daging di dalam diri para warga masyarakat. Oleh karena itu dengan cara yang persuasif atau tanpa kekerasan pun dapat didorong untuk mematuhi nila-nilai dan noma-norma. Sekalipundemikian di dalam masyarakat yang teratur dan tenteram kemungkinan masih ada juga warga masyarakat yang melakukan perilaku menyimpang, Oleh karena itu terhadap mereka yang menyimpang diperlukan suatu pengendalian sosial untuk mempertahankan şuatu ketenteraman yang ada Cara yang ditempuh dapat melalui dialog, ceramah, mengajak bekerja sama dan lain-ain.
Contoh:
Seorang guru menasihati dan membimbing siewanya yang kadapatan marnbawa minuman keras
di sekolah dan berhasil menanamkan kesadaran dan pengertian terhadap siswa tersebut bahwa minum minuman keras tidak baik bagi kesehatan, selain dapat mengganggu kesehatan juga merupakan pemborosan. Dengan bimbingan dan nasihat dari guru tadi, anak itu berhenti mengkonsumsi minuman keras untuk selamanya.

b. Pengendalian dengan kekerasan (koersif)
Pengendalian koersff lebih sering diperlukan di dalam masyarakat yang mengalami perubahan.
sosial. Dalam masyarakat yang sedang mengalami perubahan, maka pengendalian sosiał berfungsi membentuk noma-norma baru yang akan menggantikan norma-norma iama yang telah goyah. Pengendalian secara koersif atau dengankekerasan biasanya meninbulkan reaksi negatif maka cara-cara kekerasan tersebut ada batas-batasnya dan tidak selalu diterapkan.

Tujuan pengendalian koersif adalah memberikan efek jera kepada pelaku dan menjadi contoh dan
peringatan kepada orang lain agartidak berbuat melanggar norma hokum karena akan mendapat'
sanksi.
Pengendalian dengan kekerasan dibedakan menjadi 2. yaitu:

- Kompulsi, yaitu situasi yang diciptakan sedemikian rupa sehingga seseorang terpaksa taat
atau mergubah sifat dan merghasilkan kepatuhan secara tidak langsung.

- Pervasi yaitu penanaman noma-nomayang ana secara berulang-ulang, sehingga diharapkan dapat masuk kedalam kesadaran seseorang.
Misalnya: anjuran atau pesan-pesan positif yang disiarkan atau ditayangkan melalui media masa, sehingga orang-orang akan mengikuti pesan-pesan atau anjuran tersebut.

Terimakasih buat teman-teman semua telah mengunjungi blog saya yang alakadarnya ini, semoga artikel-artikel yang saya buat ini bisa benar-benar bermanfaat untuk teman-teman semua, apabila banyak kekurangan didalamnya mohon dimaafkan.
Salam Sukses..!!

0 Response to "Cara Pengendalian Sosial"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel