Sejarah Sultan Hasanudin

Sultan Hasanuddin adalah Raja Goa yang ke-16. Ia dilahirkan pada tanggal 12 Januari 1631. Ayahnya ialah Raja Goa yang ke-15.dan bernama Sultan Muhammad Said. Ibunya bernama l Sabbe, berasal dari Laikang, salah satu daerah Kerajaan Goa. Hasanuddin mempunyai enam orang saudara. Dua laki-laki dan empat perempuan. Hasanuddin adalah anak yang kedua.

Sejarah Indonesia


Ketika masih kecil, Hasanuddin diberi nama Mallambasi oleh Oran tuanya. Waktu itu, ayahnya belum menjadi Raja Goa. Baru sesudah Mallambasi berumur delapan tahun; ayahnya diangkat menjadi Raja Goa Masa kanak-kanak | Mallambasi adalah masa yang paling bahagia dalam kehidupannya. Ia seorang anak dari seorang raja yang kuat dan berkuasa.

Pada usia delapan tahun, I Mallambasi mulai belajar membaca Al Quran Setelah mulai mengaji, namanya ditukar menjadi Muhammad Bakir. la dengan tekun mengikuti pelajaran agama. Muhammad Bakir mempunyai otak yang cerdas, kemauan yang keras, dan pantang menyerah. Walaupun seorang anak raja, Muhammad Bakir tidak sombong dalam pergaulan. Pada waktu itu, pendidikan untuk anak-anak raja dan bangsawan dipisahkan dari rakyat biasa. Walaupun mendapat pendidikan yang terpisah,, Muhammad Bakirtetap bergaul dengan temantemannya. ia senang bergaul dengan anak rakyat jelata. Ia sangat marah apabila ada anak bangsawan yang sombong terhadap rakyat.

Di samping pendidikan agama, pengetahuan umum juga diberikan kepada Muhammad Bakir. la diajar bagaimana harus bersikap dan bertindak sebagai seorang anak raja. Menurut ajaran Islam, seorang raja atau pemimpin itu harus dekat dengan rakyat. Mereka harus mengetahui kehidupan rakyat dan berusaha meringankan beban penderitaannya. Ajaran agama sangat meresap di dalam diri Muhammad Bakir.

Goa merupakan kerajaan besar di wilayah timur Indonesia yang menguasai lalu lintas perdagangan. Kehendak Kompeni Belanda untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah tentu menyebabkan benturan dengan kerajaan ini. Kebijakan monopoli itu sangat menyinggung kedaulatan negara dan dapat mengancam kehidupan ekonomi Kerajaan Goa yang sebagai kerajaan maritim sangat tergantung pada usaha perdagangan. Hal itu berbeda dengan kerajaan-kerajaan agraris yang menitikberatkan usahanya pada bidang pertanian. Ketegangan dengan Kongsi Dagang Belanda ini memuncak ketika Hasanuddin naik tahta memerintah Goa.

PEJUANG TANGGUH

Penolakan terhadap monopoli itu menimbulkan peperangan terbuka dengan VOC. Belanda mengerahkan angkatan perangnya yang besar di bawah pimpinan Cornelis Speelman pada tahun 1666. Speelman bertolak dari Batavia menuju Goa dengan 21 kapal perang dan 1000 tentara. Di samping itu, Belanda juga mengadakan intervensi ke kerajaankerajaan kecil untuk membantunya namun tidak berhasil menundukkan Hasanuddin. Akibatnya, pertempuran terus beriangsung dengan hebatnya.

Perlawanan Raja Goa ini sepenuhnya didukung oleh kelompOk bangsawan di istana raja, ditambah dengan militansi Tentara kerajaan menambah kekuatan pasukan. Tidak mengherankan bila orang Belanda menjuluki Sultan Hasanuddin atau I Malombasi Daeng Mattawang sebaga' “Ayam Jantan (jago) dari Timur”. Julukan ini berdasarkan kenyataan bahwa semenjak pecah perang, armada dagang Kompeni di kawasan Laut Sulawesi, Laut Maiuku (Ternate). dan bahkan sampai di kawasan Kalimantan tidak pernah aman dari gangguan armada Raia Goa itu.

Dalam pertempuran yang berlangsung berbulan-bulan, Belanda terus mendatangkan bala bantuannya dari Jawa dengan persenjataan yang lebih modern. Lama kelamaan kekuatan Hasanuddin menjadi lemah. Ajakan damai Belanda pun diterima dalam Perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667. Perjanjian Bongaya sangat membatasi gerak perekonomian Kerajaan Goa dan hanya menjadikan VOC satu-satunya penentu baik dalam kehidupan ekonomi maUpun dalam pemerintahan negara. Oleh karena itu, sekali iagi Hasanuddin mengobarkan perang melawan Belanda. Begitu hebatnya perlawanan itu sampai Speelman harus mendatangkan bala. bantuan dari Batavia lagi. Ajakan Belanda untuk berunding ditolak oleh Goa. Perlawanan Hasanuddin akhirnya dapat dipatahkan ketika Somba Opu, benteng terkuat kerajaan dapat ditaklukkan. Sejak saat itu pasukan Goa makin melemah dan perang pun berakhir.

Ada satu hal yang patut diperhatikan dalam perjuangan Hasanuddin yaitu masalah dengan Raja Bone, Arung Palakka. Bone adalah salah daerah taklukan Goa. Perlakuan pasukan Hasanuddin yang menimbulkan pembunuhan terhadap keluarga Raja Bone menjadikan dendam pribadi terhadap Kerajaan Goa. Padahal kedua raja itu bersikap anti-Belanda. Arung Palakka mau membantu Kompeni Belanda dengan satu syarat bahwa Belanda tidak mengganggu kedaulatan Kerajaan Bone. Dengan strategi seperti itu, Bone memang berhasil mempertahankan kemerdekaannya sampai beberapa generasi. Bone dan kerajaan taklukan lainnya selalu dapat dimanipulasi Belanda untuk melawan kerajaan-kerajaan yang anti-Belanda.

Setelah peperangan berakhir, Hasanuddin turun tahta digantikan oleh putranya, Sultan Amir Hamzah. Selama hidupnya Hasanuddin tetap antiBelanda dan bersikeras mempertahankan kedaulatan kerajaannya. Beliau wafat pada tanggal 12 Juni 1670. Beliau diangkat sebagai Pahlawan Periuangan Kemeerdekaan pada tahun 1973.

0 Response to "Sejarah Sultan Hasanudin"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel