Raja-Raja Kerajaan Majapahit

Assalamualaikum Wr.Wb
Salam Sejahtera
Ok lasung saja siapa sih yang igin mendapat nilai yang sempurna tentu saja semua menginginkanya tapi semua itu tidak didapat begitu saja bukan? semua butuh usaha dan proses yang panjang, kunci mendapat nilai yang sempurna dalah belajar dengan giat dan ulet, maka dari itu saya disini ingin sedikit membatu proses pembelajaran teman-teman semua dengan sedikit ilmu yang telah saya pelajari sebelumnya dijejajang sekolah.
Pada kesempatan kali saya akan membagikan ilmu sedikit yang telah saya pelajari disekolah semoga saja artikel kali benar-benar bermanfaat utuk teman-teman semua. Langsung saja disimak materinya:


Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit berdiri tahun 1293 M dengan pusat pemerintahan di Mojokerto Jawa Timur yang didirikan oleh Raden Wijaya. Beberapa faktor yang mendorong berkembangnya kerajaan Majapahit sebagai kerajaan besar adalah:
a. Letaknya sangat strategis di tengah-tengah Nusantara
b. Letaknya di tepi Sungai Brantas sehingga mudah dilayari oleh kapal-kapal
c. Munculnya tokoh-tokoh negarawan, seperti Raden Wijaya dan Gajah Mada
d. Tidak adanya saingan kerajaan lain di Indonesia Raja-raja yang pernah memerintah di kerajaan Majapahit adalah:

Raja-Raja Kerajaan Majapahit


a. Raden Wijaya, yang pada masa pemerintahannya memberikan hadiah dan kedudukan bagi orang-orang yang telah berjasa sehingga berhasil memulihkan keadaan kekrajaan menjadi aman dan tenteram

b. Jayanegara, yang pada masa pemerintahannya banyak terjadi pemberontakan, antara lain pemberontakan Ronggolawe, Sora, Nambi, dan Semi. Akan tetapi, pemberontakan tersebut dapat ditumpas oleh Gajah Mada

c. Trubuana Tunggadewi, yang pada masa pemerintahannya terjadi pemberontakan yang paling besar adalah pemberontakan Sadeng, tetapi berhasil ditumpas oleh Gajah Mada. Atas jasanya itulah Gajah Mada kemudian dilantik sebagai Patih di kerajaan Majapahit. Pada saat itulah Gajah'Mada mengucapkan Sumpah Palapa, yang isinya bahwa Gajah Mada tidak akan merasakan kenikmatan dunia sebelum seluruh Nusantara dipersatukan di bawah kekuasaan Majapahit. Sebagai langkah pertama Gajah Mada untuk mewujudkan cita-citanya adalah dengan menaklukkan Bali tahun 1334 M.

d. Hayam Wuruk, bersama Patih Gajah Mada berhasil membawa Majapahit mencapai puncak kejayaan karena berhasil mempersatukan Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit sehingga dikenal sebagai kerajaan nasional Indonesia II. Pada masa pemerintahannya, kebudayaan berkembang pesat. Hasil seni bangunan yang berupa candi, misalnya: Candi Penataran di dekat Blitar, Candi Sawentar di Blitar, Candi Sumberjati juga di Blitar, Candi Tigawangi dan Surawana di dekat Pare, Candi Tikus di rowulan (Mojokerto) dan Candi Jabung di dekat Kraksaan. Karya sastra banyak juga bermunculan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk diantaranya ialah negarakertagama karya Mpu Prapanca, sedangkan Sutosoma atau Purusandashanta dan Ariunawijaya karya Mpu Tantular.

Dalam bidang pemerintahan, raja sebagai penguasa tertinggi yang juga dianggap sebagai penjelmaan dewa dibantu beberapa pejabat tinggi. Pejabat tinggi itu banyak yang berasal dari keluarga raja. Dewan pertimbangan kerajaan disebut Bathara Saptaprabu, raja-raja daerah disebut adhuka Bathara. Raja juga dibantu oleh tiga mahamantri yaitu II hino, II halu, dan I Sirikan, yang masing-masing dibantu oleh para rakyan mantra atau sekelompok pejabat tinggi sebagai pelaksana pemerintahan. Badan ini terdiri dari Rakyan patih atau patih amangkubumi, rakyan demung, rakyan rangga, rakyan tumenggung, dan rakyan kanuruhan. Kelima pejabat ini disebut Sang Panca Ring Wilwatikta atau mantra Amancanagara. Pejabat yang mengurusi masalah keagamaan disebut dharmadhyaksa. Sistem pemerintahan ini juga berlaku bagi rajaraja Majapahit lainnya. Pada masa ini juga terjadi peristiwa perang Bubat, yaitu peristiwa perang di daerah Bubat antara kerajaan Sunda dengan Majapahit sebagai upaya Majapahit untuk menguasai Sunda.

e. Wikramawardaha, yang pada masa pemerintahannya terjadi perang saudara di Majapahit antara Bhre Wirabumi dengan Wikamawardna. Perang tersebut dikenal dengan Perang Paregreg. Sepeninggal Hayam Wuruk dan gAjah Mada kerajaan Majapahit mengalami kemunduran yang disebabkan oleh beberapa factor, yaitu:
a. Tidak ada raja yang cakap memerintah di Majapahit sepeninggal Hayam Wuruk dan gajah Mada
b. Terjadinya pereng Paregreg di Majapahit
c. Terdesak oleh perkembangan perdagangan di Malaka
d. Pengaruh perkembangan, Islam terutama di daerah pesisir Jawa yang tidak lagi tunduk pada Majapahit.

Terimakasih buat teman-teman semua telah mengunjungi blog saya yang alakadarnya ini, semoga artikel-artikel yang saya buat ini bisa benar-benar bermanfaat untuk teman-teman semua, apabila banyak kekurangan didalamnya mohon dimaafkan.
Salam Sukses..!!

0 Response to "Raja-Raja Kerajaan Majapahit"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel