Pengertian Saksi dan Syarat-syarat Menjadi Saksi

Pengertian Saksi

Pengertian Saksi dan Syarat-syarat Menjadi Saksi


  Saksi adalah orang yang diperlukan oleh pengadilan untuk memberikan keterangan yang berkaitan dengan suatu perkara demi tegaknya hukum dan tercapainya keadilan dalam pengadilan dan saksi harus jujur dalam memberikan kesaksiannya karena itu seorang saksi harus terpelihara dari pengaruh atau tekanan dari luar maupun tekanan dari dalam sidang peradilan.
Jadi saksi itu bisa membenarkan suatu peristiwa atau menyatakan bahwa suatu peristiwa tidak terjadi. Saksi yang dihadirkan bisa memberatkan kepada terdakwa atau meringankan. Akan tetapi kehadiran saksi ini untuk dapat memberikan kesaksian yang sebenarnya sehingga para hakim dapat mengadili terdakwa sesuai dengan bukti-bukti yang ada termasuk keterangan dari para, saksi. Saksi juga merupakan salah satu alat bukti disamping bukti-bukti lainnya.(DEPAG, hal 161)

Syarat-syarat Menjadi Saksi

a. Orang Islam.
b. Sudah dewasa atau baligh sehingga dapat membedakan antara yang hak dan batil.
c. Berakal sehat.
d. Orang yang merdeka.
e. Adil sesuai dengan firman Allah SWT sebagai berikut.

وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ

Artinya: Dan persaksikanlah dengan dua orang yang adil diantara kamu (QS. Al Thalaq:2).

Untuk dapat dikatakan adil seorang saksi harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:
a) Menjauhkan diri dari perbuatan dosa besa. b) Menjauhkan diri dari perbuatan dosa kecil.
c) Menjauhkan diri dari perbuatan bid’ah.
d) Dapat mengendalikan diri dan jujur pada saat marah.
e) Berakhlak mulia.

Mengajukan kesaksian secara sukarela tanpa diminta oleh orang yang terlibat dalam suatu perkara merupakan akhlak terpuji dalam Islam. Kesaksian yang demikian merupakan kesaksian yang murni yang belum dipengaruhi oleh persoalan lain. Rasulullah Saw bersabda

عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ اَلْجُهَنِيِّ رضي الله عنه أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِ اَلشُّهَدَاءِ؟ اَلَّذِي يَأْتِي بِشَهَادَتِهِ قَبْلَ أَنْ يُسْأَلَهَا ) رَوَاهُ مُسْلِم ٌ

Artinya: Dari Zaid Ibnu Kholid al-Juhany bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Maukah kalian aku beritahu sebaik-baik persaksian? Yaitu orang yang datang memberi saksi sebelum diminta persaksiannya.” Riwayat Muslim.

Orang menjadi saksi itu merupakan panggilan hati nurani untuk menegakkan kebenaran. Intervensi terhadap pribadi saksi tidak dibolehkan. Permintaan untuk menjadi saksi merupakan bentuk intervensi pribadi meskipun masih dalam stadium dini. ( DEPAG, hal 162-163).

Saksi Yang Ditolak

Saksi yang tidak memberikan keterangan yang sebenarnya harus ditolak kesaksiannya. Saksi yang ditolak ituadalah:
a. Saksi yangtidak adil.
b. Saksi'seorang musuh kepada musuhnya.
c. Saksi seorang ayah (orangtua) pada anaknya.
d. Saksi seorang anak kepada ayahnya.
e. Orang yang numpang di rumah terdakwa.( DEPAG , hal 164)

0 Response to "Pengertian Saksi dan Syarat-syarat Menjadi Saksi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel