Pengertian Penyamuan dan Had Penyamun

A. Pengertian Penyamuan/perampok/merompak
Pengertian Penyamuan/perampok/merompak


Penyamun perampok adalah tiga istilah yang digunakan untuk pengertian “mengambil harta orang lain dengan cara kekerasan/ancaman senjata dan kadang-kadang disertai dengan pembunuhan terhadap korbannya. Perbedaan pengertian tersebut terletak pada tempat kejadiannya. Penyamun terjadi di darat, ditempat yang sepi, jauh dari perumahan, merompak terjadi di laut.
   Dalam bahasa Arab, perkataan mengambil harta orang lain dengan kekerasan/ancaman senjata itu disebut dengan قطع  ااطريق (pengadangan dijalan)  atau الحرابة (penyerangan). Istilah قطع  ااطريق walaupun artinya penghadangan di jalan tidak berarti menyamun, sebab ااطريق Berarti محلّ المرور (tempat lewat) yang juga mencakupbangunan, rumah, lautan dan sebagainya. Dengan demikian, merampok dan merompak pun dapat dikategorikan ke dalam قطع  ااطريق  yang diancam dengan hadjika persyaratannya terpenuhi.

B. Hukum Penyamun/Perampok/perompak.
Seperti diketahui penyamun/ perampok, perompak adalah kejahatan yang bersifat mengancam harta dan jiwa. Dengan hanya merampas harta, perbuatan itu sama dosanya dengan mencuri bahkan lebih besar, sebab di dalamnya terdapat unsur kekerasan. sedangkan jika sampai membunuh korba, jelas bahwa perbuatan itu hukumnya haram termasuk salah satu dosa besar. Oleh sebab itu wajar jika Penyamun perampok/perompak ini di samping diancam hukuman had, juga diancam hukuman akhirat yang berupa adzab yang besar, seperti dengan tegas disebutkan dalam firman Allah:

لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Artinya: dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

C. Had Penyamuan, Perampok dan Perompak
Had Penyamuan, Perampok dan Perompak dengan tegas dinyatakan dalam Al Qur'an, yaitu Firman Allah:

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ۚ ذَٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Artinya: “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan RasuI-nya dan membuat kerasakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal terbalik (secara silang) atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu sebagai suatu penghinaan untuk mereka di dunia.(AI-Maidah:33)

Berdasarkan ayat di atas, ulama sepakat bahwa had Penyamun/perampok/perompak itu berupa: dipotong tangan, disalib, dibunuh, dan diasingkan dari tempat kediamannya. Kemudian mereka berbeda pendapat apakah had yang disebutkan dalam ayat itu bersifat tauz'i (macam hukum disesuaikan dengan perbuatan yang dilakukan), atau bersifat takhyiri (memilih diantara beberapa macam hukuman).
   Jumhur ulama, berpendapat bahwa yang diterangkan dalam ayat tersebut di atas bersifat tauz'i, oleh karena itu had dijatuhkan sesuai dengan jenis kegiatan yang dilakukan,yaitu:
a. Jika ia/mereka mengambil hartadan membunuh korbanya, hadnya adalah: dihukum mati kemudian disalib.
b. Jika ia/mereka membunuh korbannya tetapi tidak mengambil hartanya; hadnya adalah dihukum mati.
c. Jika ia mereka mengambil harta, tetapi tidak membunuh; Hadnya adalah dipotong tangan dan kakinya dengan cara silang (tangan kanan dengan kaki kiri atau tangan kiri dengan tangan kanan).
d. Jika ia/mereka tidak mengambil. harta dan tidak membunuh, misalnya tertangkap sebelum sempat berbuat sesuatu atau memang sengaja manakutnakuti saja, maka hadnya adalah dipenjarakan atau diasingkan.
   Perlu dijelaskan. bahwa hukuman. mati terhadap penyamun/perampok/ perompak yang membunuh korbannya adalah atas dasar had, bukan atas dasar qishash, oleh sebab itu tidak dapat gugur walaupun dimaafkan oleh ahli waris korban yang dibunuhnya.
Sebagian ulama salaf berpendapat bahwa had penyamun/per'ampok yang dijelaskan dalam ayat adalah bersifat “takhyiri", yaitu hakim boleh memilih hukuman terhadapnya dengan salah satu jenis hukuman yang disebutkan dipotong tangan dan kakinya, disalib, dibunuh atau diasingkan dari negeri tempat kediamannya.

0 Response to "Pengertian Penyamuan dan Had Penyamun"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel