Pengertian Mursalah dan Kedudukannya sebagai sumber hukum

Pengertian Mursalah (المصالح المرسلة)

Mashalih bentuk jama dari mashlahah, artinya kemaslahatan, kepentingan. Mursalah berarti terlepas. Dengan demikian mashalihul mursalah berarti kemaslahatan yang terlepas. Maksudnya ialah penetapan hukum berdasarkan kepada kemaslahatan, yaitu manfaat bagi manusia atau menolak kemadharatan atas mereka. Al Khawarizmi menyatakan bahwa mashlahah ialah menjaga tujuan syara’ dengan jalan menolak mafsadat (kerusakan) atau madharat dari makhluk.

Kedudukannya sebagai sumber hukum

Para ulama berbeda pendapat mengenai kedudukan mashalihul mursalah sebagai sumber hukum.
a. Jumlah ulama menolaknya sebagai sumber hukum, dengan alasan:
1) Bahwa dengan nas-nas dan qiyas yang dibenarkan, syariat senantiasa memperhatikan kemaslahatan umat manusia. Tak ada satupun kemaslahatan manusia yang tidak diperhatikan oleh syariat melalui petunjuknya.
2) Pembinaan hukum Islam yang semata-mata didasarkan kepada maslahat berarti membuka pintu bagi keinginan hawa nafsu.

b. Imam Malik membolehkan berpegang kepadanya secara mutlak. Namun menurut imam Syafii boieh berpegang kepada mashalihul mursalah apabila sesuai dengan dalil dengan daiil kuliy atau dalil juz'iy dari syara. Pendapat kedua ini berdasarkan:
1) Kemaslahatan manusia selalu berubah-ubah dan tidak ada habis-habisnya. Jika pembinaan hukum dibatasi hanya pada masiahat-maslahat yang ada petunjuknya dari syari' (Allah), tentu banyak kemaslahatan yang tidak ada status hukumnya pada masa dan tempat yang berbeda-beda.
2) Para sahabat dan tabi'in serta para mujtahid banyak menetapkan'hukum untuk mewujudkan maslahat yang tidak ada petunjuknya dari syari'. Misalnya membuat penjara, mencetak uang, mengumpulkan dan membukukan ayat-ayat AI-Qur'an dan sebagainya.

Syarat-syarat Berpegang Kepada Mashalihul Mursalah

a. Maslahat itu harus jelas dan pasti dan bukan hanya berdasarkan kepada prasangka.
b. Maslahat itu bersifat umum, bukan untuk kepentingan pribadi.
c. Hukum yang ditetapkan berdasarkan maslahat itu tidak bertentangan dengan hukum atau prinsip yang telah ditetapkan dengan Nas atau iima.

0 Response to "Pengertian Mursalah dan Kedudukannya sebagai sumber hukum"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel