Pengertian Mencuri dan Had Mencuri

A. Pengertian Mencuri
Pengertian Mencuri dan Had Mencuri


Dalam penertian umum berarti mengambil sesuatu barang secara sembunyi-sembunyi, baik yang melakukan anak kecil orang dewasa, baik yang dicuru sedikit atau banyak, dan barang yang dicuri itu disimpan yang wajar untuk menyimpan atau tidak.
Menurut syara' para ulama memberi ta'rif mencuri sebagai berikut:
هى اخذالمكلف-أي ألبا لغ العاقل - مال الغير خفيةً اذابالغ نصابًامن غير أنْ يكون لهُ شبهة منْ حرزٍمن يكون لهُ شبهة في هذا المأ خوذ
Artinya : “Yaitu (mencuri menurut syara) perbuatan orang mukallaf (baligh), sembunyi-sembunyi mencapai jumlah satu nisab, dari tempat simpanannya, dan orang yang mengambil harta itu tidak mempunyai andil pemilikan terhadap barang yang diambil”
Dengan pengertian di atas jelas bahwa mencuri yang diancam dengan syarat sebagai berikut:
a. Pelaku pencurian adalah mukallaf, yaitu sudah baligh dan berakal.
b. Barang yang dicuri adalah milik orang lain.
c. Pencurian itu diakukan dengan diam-diam atau secara sembunyi-sembunyi.
d. Barang yang dicuri tersimpan di tempat simpanannya.
e. Pelaku pencurian tidak mempunyai andil pemilikan terhadap barang yang dicuri. Jika pelaku mempunyai andil hak milik seperti anak mencuri harta ayahnya, atau sebaliknya, atau istri mengambil harta suaminya, maka had mencuri tidak dapat dijatuhkan.
f. Barang yang dicuri mencapai jumlah satu nisab. Jika barang yang dicuri kurang dari satu nisab had mencuri tidak dapat dijatuhklan.
Walaupun perbuatan mencuri yang diancam dengan had mencuri terbatas pada perbuatan tertentu seperti telah dijelaskan di atas, tidak berarti bahwa perbuatan mengambil harta orang lain selain mencuri, diperbolehkan dalam agama. Baik mencuri, maUpun perbuatan mengambil harta orang lain secara tidak sah lainnya seperti mencopet, merampas, korupsi, semuanya termasuk perbuatan dosa yang yang diancam dengan adzab di akhirat. Semuanya adalah kejahatan yang dilarang dalam syara' dan hukumnya haram, sedangkan hukuman di dunia bagai pelakunya adalah di ta'zir.

B. Pembuktian perbuatan Mencuri
Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa perbuatan mencuri yang yang diancam dengan had mencuri adalah jika perbuatan itu memenuhi syarat-syarat tersebut tidak dipenuhi, had tidak dapat dijatuhkan.
   Di damping syarat syarat yang telah disebutkan terdahulu. Had mencuri tidak dapat dijatuhkan sebelum, yakin secara syara' bahwa perbuatan pencurian itu telah terjadi. Maksudnya, pelaku benar-benar melakukan pencurian, yang dapat dibuktikan dengan salah satu dari tiga kemungkinan:
a. Kesaksian dari dua orang saksi Iaki-laki yang adil dan merdeka.
b. Pengakuan dari pelaku pencurian sendiri.
c. Sumpah dari orang yang mengadukan perkara (penuduh).
Jika terdakwa pelaku pencurian menolak tuduhan tanpa disertai sumpah, maka hak sumpah berpindah kepada penuduh. Jika penuduh berani bersumpah untuk memperkuat tuduhannya diterima dan secara hukum tertuduh terbukti melakukan pencurian.

C. Had Mencuri
Perbuatan mencuru jika sudah terpenuhi syarat-syarat seperti dijelaskan dalam pengertian diatas, terhadap pelakuanya wajib dikenakan had mencuri, yaitu potong tangan.
Firman Allah SWT:

وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya: Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Berdasarkan hadits ini sebagian ulama diantaranya Imam Malik dan mam Syafl' berpendapat bahwa had mencuri mengikuti tertib sebagai berikut:
a. Had mencuri yang dilakukan pertama kali adalah di potong tangan kanannya.
b. Jika ia melakukan kedua kali, dipotong kaki kirinya.
c. Jika ia melakukan ketiga kali, dipotong tangan kirinya.
d. Jika ia melakukan keempat kali, dipotong kaki kanannya.
e. Jika ia melakukan'kelima kali, dan seterusnya hukumannya adalah ditazh' dipenjara sampai menunjukkan tanda taubat (jera).
Sebagian ulama lain diantaranya Imam Abu Hanifah dan Imam berpendapat bahwa had potong tangan dan kaki hanya dikenakan sampe pencurian yang dilakukan kedua kali, yaitu potong tangan kanan dan kali pertama dam dipotong kaki kirinya pada kali yang kedua. Jika ia melakukannya ke seterusnya, hukumanya adalah dita'zir dan dipenjara sampai jera.

0 Response to "Pengertian Mencuri dan Had Mencuri"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel