Pengertian ljma

Pengertian ljma

Ditinjau dari segi bahasa (etimologi), kata ijma' merupakan masdar (kata benda verbal) dari kata أجمع yang artinya memutuskan dan raenyepakati sesuatu. la juga bisa berarti kesepakatan Bulat (konsensus). Menurut Abdul Wahhab Khalaf, secara istilah ijma' adalah
"Ijma, adalah kesepakatan (Konsensus) seluruh mujtahid pada suatu masa tertentu sesudah wafatnya Rasul atas hukum syara, untuk peristiwa (Kejadian)

Dari rumusan di atas dapat diambil beberapa penjelasan sebagai berikut :
a. Kesepakatan adalah kesamaan pendapat baik disampaikan secara tegas meiaiui lisan maupun tulisan atau dengan beramal sesuai dengan hukum yang disepakati itu. Kesepakatan seperti itu disebut ijma' yang sebenarnya atau ijma' bayani atau disebut juga ijma' qauli. Jika kesepakatan itu ditunjukkan dengan diam yaitu tidak memberikan tanggapan maka dinamakan ijma' sukuti, karena diam itu tidak memberikan tanggapan dipandang sebagai telah menyetujui terhadap hukum yang sudah sampai kepadanya.

b. Seluruh mujtahid berarti masing-masing mujtahid menyatakan kesepakatannya. Jika seorang saja tidak menyetujuinya maka tidak terjadi ijma'. Demikian pula jika pada suatu masa hanya ada pada seorang mujtahid saja, maka tidak ada ijma' sebab tidak terjadi kesepakatan.

c. Pada zaman Rasulullah SAW tidak ada ijma' sebab setiap terjadi ketiadaan hukum, para sahabat bertanya kepada Rasul lalu beliau menetapkan hukumnya.

d. Atas hukum syara' ijma' hanya terjadi bagi masalah yang berhubungan dengan hukum syara' dan berdasar kepada hukum syara' pula baik berupa nash yang qoth'i yaitu Al-Qur'an dan hadits mutawatir, sebab ijma' bukanlah dalil syar'i yang berdiri sendiri. ( Depag ,hal. 275).

0 Response to "Pengertian ljma"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel