Macam Macam Qiyas

Macam Macam Qiyas

   Qiyas mempunyai tingkatan yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut didasarkan pada tingkat kekuatan hukum karena adanya 'illah yang ada pada asal dan furu'. adapun tingkatan tersebut pada umumnya dibagi menjadi tiga, sebagai berikut.
a. Qiyas aula, yaitu qiyas yang apabila 'illahnya mewajibkan adanya hukum. Dan antara hukum asal dan hukum yang disamakan (furu') dan hukum cabang memiliki hukum yang lebih utama daripada hukum yang ada pada ai-asal. Misalnya berkata kepada kedua orang tua dengan mengatakan "Ah" “eh”, “busyet” atau kata-kata Iain yang semakna dan menyakitkan itu hukumnya haram, sesuai dengan firman Allah QS. AI-Isra' (17): 23.

فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ

Artinya: “Maka sekaIi-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”.

Lalu diqiyaskan memukul dengan perkataan “ah”, “busyet" dan sebagainya hukumnya lebih utama. Rasionalnya, berkata “uh” saja dilarang, apalagi memukulnya. Memukul tentu lebih menyakitkan dibanding berkata “uh” bukan?

b. Qiyas musawi, yaitu qiyas yang apabila 'illahnya mewajibkan adanya hukum dan sama antara hukum yang ada pada al-ashlu maupun hukum yang ada pada alfar'u (cabang). Contohnya, keharaman memakan harta anak yatim berdasarkan firman Allah Surah an-Nisa' (4): 10.

إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا

Artinya: Sebenarnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
Dari ayat di atas, kita dapat mengqiyaskan bahwa segala bentuk kerusakan atau kesalahan pengelolaan atau salah menejemen yang menyebabkan hilangnya harta tersebut juga ditarang seperti memakan harta anak yatim tersebut.

c. Qiyas adha, yang dimaksud dengan qiyas ini yaitu adanya hukum aI-far'u lebih lemah bila dirujuk dengan hukum at-ashlu. Sebagai contoh, mengqiyaskan hukum apel kepada gandum datam hal riba tad! (riba yang terjadi karena adanya kelebchan dalam tukar-menukar antara dua bahan kebutuhan pokok atau makanan). Dalam masalah kasus ini. 'illah hukumnya adalah baik apel maupun gandum merupakan jenis makanan yang bisa dimakan dan ditakar. Namun ada segi yang lain dari 'illah gandum yang tidak terdapat pada apel, apa itu ? apel tidak makanan pokok. Oleh karenanya. 'illah yang ada pada apel lebih lemah dibandingkan dengan illat yang ada pada gandum yang menjadi makanan pokok.

0 Response to "Macam Macam Qiyas"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel