Macam-Macam dan Tingkatan Ijma' dan Dasar Kehujjahan

Macam-Macam dan Tingkatan Ijma'

a. Ijma' Sharih, ( Sharih dari segi bahasa artinya jelas) yaitu ijma' yang memaparkan pendapat banyak Ulama' secara jelas dan terbuka, baik dengan ucapan maupun perbuatan. Pada saat semua Ulama' memaparkan pendapatnya, ternyata mereka menghasilkan pendapat yang sama atas hukum suatu perkara. ljma' jenis ini kita akui sangat langka karena sangat sulit dicapai darim sekian banyak Ulam' memberikan sebuah paparan yang sama. Oleh karena itu, sebagian Ulama' berpendapat bahwa ljma' semacam ini hanya dapat terlaksana pada zaman sahabat ketika jumlah mujtahid masih sedikit dan tempat mereka berdekatan. ljma' Sharih ini menempati peringkat ijma' tertinggi. Hukum yang ditetapkannya bersifat qat'i, sehingga umat'wajib mengikutinya. Maka seluruh Ulama' rsepakat dan menerima untuk menjadikan ijma Sharih ini sebagai dalil yang sah dan kuatdalam penetapan hukum syari'at Islam.

b. ljma' sukuti, ( Sukuti dari segi bahasa artinyadiam) yaitu sebagian mujtahid memaparkan pendapatpendapatnya secara terang dan jelas mengenai suatu hukum suatu peristiwa melalui perkataan atau perbuatan, sedangkan mujtahid yang lain tidak memberikan komentar apakah ia menerima atau menolak. ljma' sukuti ini bersifat dzan dan tidak mengikat. Oleh sebab itu, tidak ada halangan bagi para mujtahid untuk memaparkan pendapat yang berbeda setelah ljma' itu diputuskan. Bagi Imam Syafi'i dan Imam Malik berpendapat bahwa ljma' sukuti ini tidak dapat dijadikan dasar hukum. Namun Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad bin Hambal berpendapat lain yaitu menjadikannya sebagai dasar hukum. Mereka yang menerima ljma' sukuti sebagai hujah' sebab menurut kedua Imam tersebut diamnva muitahid sebagai tanda setuju.


Dasar Kehujjahan dan Kedudukannya Sebagai Sumber Hukum

Ijma'  sebagai dasar hukumwalaupun terjadi perbedaan, namun mayoritas ulama' telah sepakat sebagai sumber hukum Islam yang ke tiga setelah Al-Qur’an dan Al-Hadits. Apabila sudah terjadi ijma' maka hukum tersebut menjadi dasar beramal yang tidak boleh diingkari.

مارأىه المسلمون حسنا فهو عند الله حسن
Artinya:"Apa-apa yang menurut pendapat kaum muslim baik, maka baik (pula) di sisi Allah (HR. Ahmad di dalam Kitab Sunnah-nya)

لاتجتمع ٱمتى على الصلا لة
Artinya: Umat tidak bersepakat atas kesesatan. (H.R. Ibnu Majah)


0 Response to "Macam-Macam dan Tingkatan Ijma' dan Dasar Kehujjahan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel