Kesepakatan Ulama (Ijma’)

Kesepakatan Ulama (Ijma’)

Seluruh Umat Islam telah sepakat menjadikan hadits sebagai salah satu dasar hukum Syari'at Islam yang wajib didikuti dan diamalkan karena sesuai dengan yang dikehendaki oleh Allah. Penerimaan mereka terhadap hadits sama seperti penerimaan mereka terhadap AI-Qur'an, karena keduanya Sama-sama dijadikan sebagai sumber hukum Syariat Islam.
   Dan kesepakatan Orang-orang Islam dalam mempercayai, menerima dan mengamalkan semua ketentuan yang terkandung di dalam hadits ternyata sejak Rasulullah masih hidup. Sepeninggal beliau, semenjak masa Khulafa' Al Rasyidin hingga masa-masa kekhalifahan Bani Umayah, Bani Abasyiyah hingga sekarang tidak ada yang mengingkarinya. Banyak diantara mereka yang tidak hanya “memahami dan mengamalkan isi kandungannya, akan tetapi bahkan mereka menghafal, memelihara, dan menyebarluaskan kepada generasi-generasi selaniutnya.
   Mari kita menengok peristiwaperistiwa yang menunjukkan adanya kesepakatan menggunakan hadits sebagai sumber hukum lslam pada masa sahabat, antara lain dapat diperhatikan peristiwa di bawah ini.
a. Pada saat Abu Bakar ra. dibaiat menjadi Khalifah, iadengan tegas berkata “Saya tidak meninggalkan sedikitpun sesuatu yang diamalkan/dilaksanakan oleh Rasulullah, sesungguhnya saya takut menjadi orang bila meninggalkan perintahnya".

b. Pada saat Khalifah Umar lbnu Khattab ada di depan Hajar Aswad ia berkata: “Saya tahu bahwa engkau adalah batu. Seandainya saya sendiri tidak melihat Rasulullah menciummu, maka saya tidak akan menciummu”.

c. Pada suatu saat Pernah ditanyakan kepada Abdullah bin Umar (Ibnu Umar) masalah ketentuan shalat safar dalam AI-Qur'an. Ia menjawab: “Allah SWt telah mengutus Nabi Muhammad SAW kepada kita dan kita tidak mengetahui sesuatu. Maka “sesungguhnya kami berbuat sebagaimana duduknya Rasulullah SAW saya makan sebagaimana makannya Rasulullah dan saya shalat sebagaimana shalatnya Rasul”.

d. Diceritakan dari Sa'id bin Musayyab bahwa Khalifah “Usman bin Affan berkata: “Saya duduk sebagaimana mengikuti duduknya Rasulullah SAW saya juga makan sebagaimana makannya Rasulullah, dan saya mengerjakan shalat sebagaimana shalatnya Rasul”.
   Sebenarnya Masih banyak lagi contoh-contoh yang dilakukan oleh para sahabat yang menunjukkan bahwa apa yang diperintahkan, dilakukan, dan diserukan, niscaya diikuti oleh umatnya, dan apa yang dilarang selalu ditinggalkan oleh mereka.

0 Response to "Kesepakatan Ulama (Ijma’)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel