Kerajaan Mataram Lama Serta Peninggalannya

Assalamualaikum Wr.Wb
Salam Sejahtera
Ok lasung saja siapa sih yang igin mendapat nilai yang sempurna tentu saja semua menginginkanya tapi semua itu tidak didapat begitu saja bukan? semua butuh usaha dan proses yang panjang, kunci mendapat nilai yang sempurna dalah belajar dengan giat dan ulet, maka dari itu saya disini ingin sedikit membatu proses pembelajaran teman-teman semua dengan sedikit ilmu yang telah saya pelajari sebelumnya dijejajang sekolah.

Pada kesempatan kali saya akan membagikan ilmu sedikit yang telah saya pelajari disekolah semoga saja artikel kali benar-benar bermanfaat utuk teman-teman semua. Langsung saja disimak materinya:


Kerajaan Mataram Lama di Jawa Tengah

Kerajaan Mataram lama berkembang di Jawa Tengah yang muncul beberapa saat setelah Kerajaan Keling. Sumber sejarah yang menjelaskan tentang keberadaan kerajaan Mataram Lama adalah:

a. Prasasti Canggal. berangka tahun 732 M
Prasasti Canggal yang berbahasa Sanskerta menerangkan bahwa Raja Sanjaya mendirikan lingga di bukit Kunjarakunja yang dianggap sebagai tanda berdirinya kereajaan Mataram Lama. Pada mulanya Mataram Lama diperintah oleh raja Sanna yang digantikan oleh Sanaha. Setelah  meninggal, Sanaha digantikan oleh Sanjaya.

Kerajaan Mataram Lama Serta Peninggalannya


b. Prasasti balitung, berangka tahun 907 M
Prasasti Balitung juga disebut prasasti Mantyaasih atau prasasti Kedu yaang dibuat oleh Raja balitung. Prasasti ini memuat nama raja-raja Mataram Lama dari Sanjaya
c. Prasasti Kalasan, berangka tahun 776 M
Prasasti Kalasan menjelaskan tentang pembangunan biara untuk para pendeta Buddha oleh Raja Rakai Panangkaran yang beragama Hindu dan pembuatan bangunan untuk memuja Dewi Tara. Hal tersebut menunjukkan bahwa di kerajaan Mataram Lama pada masa itu sudah  terjalin kerukunan hidup beragama.

d. Prasasti Kelurak, berangka tahun 782 M
Prasasti ini menjelaskan seorang raja yang bernama Indra membuat bangunan suci (candi sewu) dan arca manjusri

e. Prasasti Karang Tengah, bereangka tahun 824 M
Prasasti ini menerangkan bahwa raja Samaratungga mendirikan bangunan suci di Wenuana. Selain itu juga dijelaskan tentang pembangunan candi Borobudur. Pengganti Sanjaya adalah putranya yang bernama Rakai Panangkaran. Sumber penting yang menyangkut Panangkaran terdapat dalam Prasasti Kalasan yangberangka tahun 778 Masehi. Dalam Prasasti Kalasan diterangkan bahwa Panangkaran mendirikan sebuah bangunan suci untuk Dewi Tara dan sebuah Vihara untuk pendheta Budha. Prasasti Kalasan yang berbahasa Sanskerta dengan huruf Dewanagari menerangkan bahwa sebagai raja, Panangkaran bergelar syailendra Sri maharaja Pancapana rakai Panangkaran. Nama itu menunjukkan bahwa Panangkaran adalah keturunan Wangsa Syailendra, demikian pula Sanjaya. Sepeninggal Rakai Panangkaran, kerajaan Mataram Lama pecah menjadi dua, yaitu:

a. Kerajaan Mataram Lama yang memerintah di Jawa Tengah bagian Utara menganut dinasti Sanjaya yang beragama Hindu.

b. Kerajaan Mataram Lama yang memerintah di Jawa Tengah bagian selatan menganut dinasti Syailendra dan beragama Buddha.

Dalam perkembangannya, ternyata dua kerajaan yang berlainan agama itu hidup berdampingan. Mereka menjalin kerja sama dengan baik. Toleransi hidup beragama pada saat itu sangat tinggi. Hal ini terbukti dengan berdirinya Candi Kalasan sebuah Candi Budha yang berdiri di wilayah Kekuasaan Hindu tidakjauh dari Candi Prambanan ke arah selatan. Demikian pula candi Ngawen yang terletak dekat kota Muntilan merupakan candiBudha yang dibangun bersama oleh pemeluk Hindu dan Budha.

Peninggalan keluarga Syailendra di Jawa Tengah bagian Utara antara lain komplek Candi Dieng yang berdiri dari Candi Bima, candi Arjuna. Candi Puntadewa, dan Candi yang sangat indah yaitu Candi Prambanan. Peninggalan kerajaan Mataram yangberpusat di Jawa tengah bagian selatan antara lain candi Pawon, Candi Mendut. Candi Kalasan. Candi Sari, dan candi yang termegah di dunia yaitu Candi Borobudur.

Raja-raja Mataram yang bertakhta di bagian selatan dapat kita ketahui dari Prasasti Kelurak yang berangka tahun 782 M. dari prasasti dapat diperoleh ketarangan bahwa raja yang berkuasa bernama Indra (Dharanindra) yang bergelar Sri Sanggramadananjaya. Diterangkan pulabahwa raja indra membuat bangunan suci dan area Dewi Manjusri. Seorang pengganti Daharanindra adalah Samaratungga. Pada tahun 824. Samaratungga mendirikan bangunan suci Wanuwana yang menurut para ahli adalah candi Ngawen di sebelah barat Muntilan. Kecuali itu, samaratungga telah berhasil membangun Candi Borobudur. Candi Plaosan Lor yang bercorak Budha dibangun atas perintah bersama rakai Pikatan dengan Pramodhawardhani.

Pada saat Pramodhawardhani naik takhta, terjadi perebutan kekuasaan oleh Balaputradewa. Diterangkan bahwa Samaratungga ketika mangkat meninggalkan dua orang putra yaitu. Pramodhawardhani dan balaputradewa. Dalam perebutan kekuasaan ini dapat dimenangkan oleh rakat Pikatan, sedangkan Balaputradewa melarikan diri ke Sumatra, yang kemudian menjadi raja Sriwijaya.

Pada tahun 842 Pramodhawardhani yangjuga bergelar Sri Kahuluan meresmikan pemberian tanah untuk pemeliharaan Kamulan di Bhumi Sambhara. Menurut para ahli yang dimaksud Kamulan tersebut adalah candi Borobudur. Pembangunan Candi Prambanan diprakarsai oleh Rakai Pikatan. Hal ini dapat kita ketahui dari prasasti yang dibuat oleh Lokapala (Rakai Kayuwangi) yang berangka tahun 856 sedangkan penyelesaian candi itu berlangsung pada zaman pemerintahan Watukura Dyah Balitung.

Sepeninggal Samaratungga, takhta kerajaan diduduki oleh putrinya yang bernama. Pramodhawardhani, yang kemudian kawin dengan rakai Pikatan. Sejak terjadi perkawinan antara Rakai Pikatan dengan Pramodhawardhani inilah Mataram bersatu kembali. Jadi, pada saat itu telah terjadi toleransi yang tinggi dalam kehidupan beragama, khususnya agama Hindu dan Budha.

Sepeninggal Balitung, kerajaan Mataram Lama diperintah oleh Daksa yang selanjutnya digantikan oleh Tulodhong. Pengganti Tulodhong adalah Raja Wawa. Selanjutnyaa Wawa digantikan oleh Mpu Sindok dan memindahkan pusat kerajaan Mataram Lama ke Jawa Timur dan mendirikan dinasti baru yaitu dinasti lsyana.

1. Kerajaan Medang
   Kerajaan Medang didirikan oleh Mpu Sindok. Meskipun beragama Hindu, Mpu Sindok sangat memperhatikan perkembangan agama Buddha yang terbukti dengan digubahnya kitab Buddha yang berjudul Sang Hyang kamahayanikan. Kerajaan Medang kemudian diperintah oleh Darmawangsa yang berusaha menguasai perdagangan di Selat Malaka,  sehingga pada tahun 1003 M Darmawangsa menyerang Sriwijaya, tetapi tidak berhasil. Kerajaan Medang bahkan mengalami keruntuhan setelah mendapat serangan dari kerajaan Sriwijaya.

2. Kerajaan Kahuripan
Ketika medang diserang Sriwijaya, menantu Darmawangsa yang bernama Airlangga berhasil melarikan diri yang pada akhirnya berhasil mendirikan kerajaan Kahuripan. Pada masa pemerintahannya, Airlangga yang dibantu oleh Empu Barada membagi kerajaannnya menjadi dua dengan tujuan agar tidak terjadi perebutan kekuasaan di antara puteranya. Kerajaannya menjadi kerajaan kahuripan yang beribu kota di Jenggala dan kerajaan Kediri (Panjalu) yang beribu kota di Daha. Dalam perkembangannya kerajaan Kediri lebih mengalami perkembangan yang pesat.

Terimakasih buat teman-teman semua telah mengunjungi blog saya yang alakadarnya ini, semoga artikel-artikel yang saya buat ini bisa benar-benar bermanfaat untuk teman-teman semua, apabila banyak kekurangan didalamnya mohon dimaafkan.
Salam Sukses..!!

0 Response to "Kerajaan Mataram Lama Serta Peninggalannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel