Kerajaan Kediri dan Kerajaan Sriwijaya

Assalamualaikum Wr.Wb
Salam Sejahtera
Ok lasung saja siapa sih yang igin mendapat nilai yang sempurna tentu saja semua menginginkanya tapi semua itu tidak didapat begitu saja bukan? semua butuh usaha dan proses yang panjang, kunci mendapat nilai yang sempurna dalah belajar dengan giat dan ulet, maka dari itu saya disini ingin sedikit membatu proses pembelajaran teman-teman semua dengan sedikit ilmu yang telah saya pelajari sebelumnya dijejajang sekolah.

Pada kesempatan kali saya akan membagikan ilmu sedikit yang telah saya pelajari disekolah semoga saja artikel kali benar-benar bermanfaat utuk teman-teman semua. Langsung saja disimak materinya:


Kerajaan Kediri

Pertumbuhan kerajaan Kediri dimulai sejak pemerintahan jayawarsa yang kemudian digantikan oleh SamaWawijaya. Raja-raja yang memerintah Kediri di antaranya adalah sebagai berikut.

a. Jayabaya (1135 1157)
Merupakan raja yang terkenal di Kediri dan dianggap sebagai penjelmaan Dewa Wisnu. Lencana kerajaan yang digunakan adalah Narasingha. Pada masa pemerintahan Jayabaya, kesusastraan Hindu mengalami kemajuan. Jayabaya memerintahkan kepada empu Sedah untuk mengubah Kakawin Bharatayuda, yang kemudian dilanjutkan oleh Empu Panuluh. Selain menyelesaikan kakawin Bharatayuda, empu Panuluh juga menulis kakawin hariwangsa dan Catutkacasraya. Ramalan jayabaya juga terkenal hingga sekarang yang disebut Jangka Jayabaya.

Kerajaan Kediri dan Kerajaan Sriwijaya


b. Kertajaya (1190 1222)
Pada masa pemerintahan Kertajaya Kediri mengalami kemunduran. Politik pemerintahan Kertajaya kurang bijaksana sehingga menimbulkan pertentangan dengan kaum brahmana. Para Brahmana menyingkir ke daerah Tumapel untuk minta perlindungan kepada Ken Arok yang pada waktu itu juga sedang bermusuhan dengan Kediri. Permusuhan antara Kediri dengan Ken Arok sebagai Bupati Tumapel setelah berhasil membunuh Tunggul Ametung, Bupati Tumapel sebelumnya. Pada tahun 1222 perselisihan mereka mencapai puncaknya. Ken Arok dengan bantuan para brahmana akhirnya berhasil mengalahkan Kertajaya dalam pertempuran di desa Ganter. Kertajaya gugur dalam pertempuran tersebut.

Dengan gugurnya Kertajaya maka berakhirlah kekuasaan kerajaan Kediri. Ken Arok selanjutnya mendirikan dinasti Rajasa dan menduduki takhta kerajaan dengan memindahkan ibukota kerajaannya dari Kediri ke Singasari. Dengan demikian, berdirilah kerajaanbaru yang bernama Kerajaan Singasari.

Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya berdiri sekitar abad ke-7 M. Sumber sejarah tentang kerajaan Sriwijaya dapat diketahui dari:
a. Prasasti
1) Prasasti yang ditemukan di dalam negeri. yaitu:
a) Prasasti kedukan Bukit
b) Prasasti Talang Tuo
c) Prasasti Palas Pasemah
d) Prasasti Karang Berahi
e) Prasasti Kota Kapur
f) Prasasti Telaga Batu

2) Prasasti yang ditemukan di luar negeri, yaitu prasasti Nalanda yang ditemukan di India dan prasasti Ligor di Thailand.

b) Berita Cina dan Persia Sumber berita Cina yang menjelaskan tentang kerajaan Sriwijaya adalah catatan dinast Tang dan catatan I Tsing. Adapaun berita dari Persia adalah berupa catatan Raihan al Birunu seorang ahli geografi dari Persia.

Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim, perdagangan dan pusat agama Budha. Faktorfaktor yang mendorong kerajaan Sriwijaya tumbuh sebagai kerajaan maritime yang besar adalah

a. Palembang terletak di muara Sungai Musi yang di hadapannya terdapat pulau-pulau yang menjadi pelindung pelabuhan sehingga sangat baik untuk pusat perdagangan

b. Letak Sriwijaya strategis pada jalur perdagangan nasional dan internasional

c. Runtuhnya kerajaan Funan di Vietnam Selatan member kesempatan besar bagi Sriwijaya untuk mengembangkan kekuasaannya di laut

d. Sriwijaya mempunyai kemampuan melindungi pelayaran dan perdagangan karena memiliki armada laut yang kuat.

Raja Sriwijaya yang terkenal adalah Balaputradewa. Pada masa kejayaannya Sriwijaya menjadi pusat agama Buddha di Asia Tenggara. Sriwijaya mempunyai perguruan tinggi agama Buddha dengan guru besar agama Buddha yang terkenal adalah Sakyakirti atau Dharmakirti. Pendeta Cina lTslng dan Atisa dari Tibetjuga memperdalam agama Buddha di Sriwijaya. Pada masa pemerintahannya inilah kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan besar dan dikenal sebagai Kerajaan Nasional Indonesia Kerajaan Sriwijaya juga menjalin hubungan dengan Pala dan kerajaan Colamandala di India. Akan tetapi pada akhirnya hubungan dengan kerajaan Colamandala berubah menjadi permusuhan.

Kerajaan Sriwijaya yang berkembang pesat akhirnya mengalami kemunduran sekitar abad ke-13. Beberapa factor yang mendorong kemunduran dan keruntuhan kerajaan Sriwijaya adalah:

a. Faktor alam. kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran karena kota Palembang semakin jauh dari laut sehingga kapal-kapal dagang yang dating di Palembang semaki berkurang.

b. Faktor ekonomi, kegiatan perdagangan di Sriwijaya mengalami kemunduran yang mengakibatkanpajak sebagai sumber pendapatan Sriwijaya menjadi berkurang.

c. Faktor politik, kerajaan Sriwijaya tidak mampu mengontrol daerah kekuasaannya sehingga daerah-jajahannya banyak yang melepaskan diri dari kekuasaan Sriwijaya.

d. Faktor militer, diantaranya:

- Adanya serangan Darmawangsa tahun 992 M.
- Adanya serangan dari kerajaan COlamandala sebanyak tiga kali.
- Adanya Ekspedisi Pamalayu dari Kertanegara tahun 1275 untuk menduduki Melayu
- Adanya serangan dari kerajaan Majapahit.

0 Response to "Kerajaan Kediri dan Kerajaan Sriwijaya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel