Kehidupan Masyarakat Zaman Batu Baru dan Zaman Batu Besar

Assalamualaikum Wr.Wb
Salam Sejahtera
Ok lasung saja siapa sih yang igin mendapat nilai yang sempurna tentu saja semua menginginkanya tapi semua itu tidak didapat begitu saja bukan? semua butuh usaha dan proses yang panjang, kunci mendapat nilai yang sempurna dalah belajar dengan giat dan ulet, maka dari itu saya disini ingin sedikit membatu proses pembelajaran teman-teman semua dengan sedikit ilmu yang telah saya pelajari sebelumnya dijejajang sekolah.

Pada kesempatan kali saya akan membagikan ilmu sedikit yang telah saya pelajari disekolah semoga saja artikel kali benar-benar bermanfaat utuk teman-teman semua. Langsung saja disimak materinya:


Kehidupan Masyarakat Zaman Batu Baru (Neolithikum)

Pada zaman ini yang berdiam di Indonesia adalah manusiajenis Proto Melayu (Melayu Kuno) yang masuk ke indonesia sekitar tahun 2000 SM. Termasuk kelompok Proto Melayu antara lain Suku Dayak, Minangkabau, Batak, Toraja, dan Belu (Timor). Cara hidup meneruskan cara yang terdahulu, yaitu meramu, dan berburu ditambah dengan mulai adanya produksi makanan sendiri (food producing). Bentuk food producing antara lain: bercocok tanam dan beternak dengan cara menjinakkan binatang-binatang buruan mereka dan dipelihara sebagai hewan ternak. Mereka tinggal di pinggir sungai, hidup dari menangkap ikan sebagai nelayan insidental, artinya bila memerlukan ikan baru mereka menangkapnya. Dengan demikian berarti mereka mampu menyimpan bahan makanan hayati dan nabati.

Kehidupan Masyarakat Zaman Batu Besar (Megalithikum)


Masyarakat zaman ini sudah membuat wadah dari gerabah, periuk, dan belanga yang terbuat dari tanah liat yang dibakar atau dikeringkan di bawah terik matahari. Mereka sudah mulai Iebih menetap atau sedenter, karena sudah mulai berladang mau bercocok tanam. Kepandaian bercocok taman dan beternak bukanlah kepandaian yang diperoleh secara tiba-tiba, tetapi muncul secara berangsur-angsur. Menurut Verre Gordon, seorang ahli sejarah kebudayaan, penemuan kepandaian bercocok tanam merupakan suatu revolusi kebudayaan. Hal ini dimaksudkan pada masa itu terjadi suatu percepatan hasil cipta rasa dan karsa manusia.

Manusia zaman ini sudah tinggal di rumah panggung untuk menghindari serangan binatang buas. jadi sudah mulai sedenter, sejalan dengan bentuk kehidupan itu. Alat-alat kehidupan yang dihasilkan antara lain:
 a) alat-alat dari tembikar
 b) kapak persegi
 c) kapak lonjong.
Alat alat tersebut sudah diasah secara halus. Kesimpulan untuk zaman ini cara mereka meninggalkan jejak kehidupannya sudah mulai ada perubahan seiring dengan kecenderungan mereka untuk secara menetap, namun belum begitu banyak bukti-bukti yang menunjukkan perubahan itu.

Kehidupan Masyarakat Zaman Batu Besar (Megalithikum)

Pada zaman batu besar ini dihasilkan peninggalan dari batu besar utuh yang dibuat sebagai bentuk benda tertentu yang biasa disebut sebagai kebudayaan megalitikum. Walaupun batu belum dikerjakan, secara halus dan hanya dihaluskan pada bagian tertentu yang dikehendaki namun sudah diketahui adanya kepandaian untuk memilih batu besar yang untuh untuk benda-benda yang akan dibuat.

Peninggalan megalitikum banyak ditemukan di Nias, Sumba, Flores, Sumatra Selatan, Sulawesi Tenggara. Jawa dan Kalimantan. Bentuk peninggalan zaman megalitikum itu antara lain:
 a) Menhir: yaitu tugu batu yang dipergunakan sebagai tempat pemujaan atau tempat menambatkan binatang kurban persembahan kepada roh nenek moyang.

 b) Dolmen : yaitu meja batu untuk meletakkan sesaji bagi roh nenek moyang. Di dekat atau di bawah doimen biasanya juga terdapat kuburan.

 c) Sarkofagus atau keranda batu, yaitu bangunan berbentuk seperti lesung.

 d) Peti Kubur batu: yaitu lempeng batu yang disusun untuk pembatas di setiap sisi kubur mayat dan mayat ditaruh di dalamnya. Bangunan ini terdiri dari atas batu-batu lempengan yang terlepas, namun dikaitkan antara satu dengan yang lainnya.

 e) Punden berundak: yaitu bangunan suci untuk pemujaan, terbuat dari batu yang disusun secara bertingkat-tingkat.

 f) Arca yang merupakan perwujudan dari manusia atau binatang terbuat dari batu besar, yang masih dibuat secara kasar.

 g) Waruga, yaitu kubur batu berbentuk persegi dari batu utuh. Dari segala peninggalan megalitikum yang ditemukan dapat disimpulkan bahwa manusia zaman itu pengenalan kehidupan rohani, yaitu percaya pada roh-roh. telah diwujudkan daiam tempat-tempat dan sarana pemukaan. Jenazah dan roh dihormati dan diperlakukan dengan baik, di beri kubur batu supaya tidak dimangsa binatang buas. Dengan demikian manusia yang hidup di masa ini sudah sangat memperhatikan kehidupan yang bertalian waktu dengan masa sebelumnya saat itu dan masa yang akan datang.

Terimakasih buat teman-teman semua telah mengunjungi blog saya yang alakadarnya ini, semoga artikel-artikel yang saya buat ini bisa benar-benar bermanfaat untuk teman-teman semua, apabila banyak kekurangan didalamnya mohon dimaafkan.
Salam Sukses..!!

0 Response to "Kehidupan Masyarakat Zaman Batu Baru dan Zaman Batu Besar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel