Kedudukan Hadist Sebagai Sumber Hukum dan Dalil Al Qur'an

Kedudukan Hadits Sebagai Sumber Hukum Islam

 Semua umat Islam telah sepakat dengan bulat bahwa Hadits Rasul adalah sumber dan dasar hukum Islam setelah Al-Qur'an, dan umat Islam diwajibkan mengikuti dan mengamalkan hadits sebagaimana diwajibkan. mengikUti dan mengamalkan Al-Qur'an.
 Al-Qur'an dan Hadits adalah dua sumber hukum pokok syari'at Islam yang tetap, dan orang Islam tidak akan mungkin bisa memahami syari'at Islam secara mendalam dan lengkap tanpa kembali kepada kedua sumber Islam tersebut. Seorang mujtahid dan seorang ulama'pun tidak diperbolehkan hanya mencukupkan diri dengan mengambil salah satu dari keduanya.
 Banyak kita jumpai ayat ayat Al-Qur'an dan Hadits-hadits yang memberikan pengertian bahwa hadits merupakan sumber hukum Islam selain Al-Qur'an yang wajib diikuti, dan diamalkan baik dalam bentuk perintah maupun larangannya. Dan Uraian di bawah ini merupakan penjelasan secara rinci tentang kedudukan hadits sebagai sumber hukum Islam dengan mengambil beberapa dalil, baik naqli maupun aqli.

Dalil Al-Qur'an

  Banyak kita jumpai ayat Al qur'an yang menjelaskan tentang kewajiban mempercayai dan menerima segala yang disampaikan oleh Rasul kepada umatnya untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Di antaranya ayat-ayat sebagai berikut:


قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ

Artinya: Katakanlah! Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir" (QS. Al Ali Imran (3): 32)

مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya: Apa saja yang diberikan Rasul kepadamau, terimalah dan apa-apa yang dilarang, maka tinggalkanlah. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras Hukumnya ( QS. Al-Hasyr (59): 7)

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَاحْذَرُوا ۚ

Artinya: Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. ( QS. Al-Maidah (5):92)

Kalau kita gali terus sebenarnya Masih banyak lagi ayat-ayat Al-Qur'an senada yang menje|askan hal ini. Dicantumkannya beberapa ayat di atas dimaksudkan hanya sebagai contoh dan gambaran dari beberapa ayat yang banyak dimuat dalam AI-Qur'an AI-Karim.
   Dari ayat-ayat Al-Qur’an di atas tergambar bahwa setiap ada perintah taat kepada Allah SWT dalam Al-Qur‘an selalu diikuti dengan perintah taat kepada RasuI-Nya. Demikian pula mengenai peringatan (ancaman) karena durhaka kepada Allah, sering disejajarkan atau disamakan dengan ancaman karena durhaka kepada Rasul Muhammad SAW.
   Dari gambaran ayat-ayat seperti ini menunjukkan betapa urgennya kedudukan penetapan kewajiban taat terhadap semua yang disampaikan oleh Rasul Muhammad SAW. Dan perlu diketahui bahwa cara-cara penyajian Allah seperti ini hanya diketahui oleh orang yang menguasai bahasa Arab dan memahami ungkapan-ungkapan serta pemikiran-pemikiran yang terkandung di dalamnya, yang akan memberi, masukan dalam memahami maksud ayat tersebut.
 Dengan demikian dapat diungkapkan bahwa kewajiban taat kepada Rasul Muhammad SAWdan larangan mendurhakainya merupakan suatu kesepakatan Vang tidak diperselisihkan oleh umat Islam.

0 Response to "Kedudukan Hadist Sebagai Sumber Hukum dan Dalil Al Qur'an"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel