Pergerakan Bangsa Indonesia Melawan Kedudukan Jepang

Pergerakan Bangsa Indonesia

   Pada masa pendudukan jepang para pemimpin perjuangan bangsa Indonesia bersikaphati-hati, hal ini dilakuakan pemerintah pendududkan jepang sangat kejam, menyiksa dan membunuh kepada siapa yang menentang pemerintahan Jepangn. Organisasi-organisasi peniggalan Belanda semua dibubarkan oleh Jepang. Para pemimpin pergerakan bangsa Indonesia selalu dimata-matai oleh pihak jepang bahkan sebelum jepang di Indonesia, Jepang telah mengirim sesorang untuk mengamati pergerakan para tokoh nasional sehingga jepang telah memiliki data-data tentang seseorang yang berbahaya menurutnya.
  Para tokoh nasional indonesia tidak pernah putus asa dalam berjuang dengan tajtik kooperasi para pemimpin dapat membela rakyat dan memanfaatkan kebijakan yang dilakukan oleh Jepang. Adapun perlawan terhadap pemerintahan jepang antara lain sebagai berikut.

1. Perjuanngan Melalui Organisasi Buatan Jepang
  a. Memanfaatkan Gerakan PUTERA (Pusat Tnega Rakyat)
  b. Memanfaatkan barisan pelopor 
  c. Memanfaatkan Chou Sangi In (Badan Penasehat Pusat)

2. Perjuangan melalui Organisasi Islam Majelis A'la Indonesia ( MIAI)
    Merupakan perkumpulan organisasi Islam yang didirikan pada tanggal 21 September 1937 di Surabaya pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Pemrakarsa berdiri organisasi ini adalah K.H. Mas Mansyur, K.H Wahab Abdullah, Wondoamiseno, DLL. Pada masa kedudukan jepang organisasi islam diizinkan untuk berdiri dikarenakan agar umat islam tidak melalukan perlawanan dengan cara mendirikan partai-partai politik.
  Kegiatan MIAI yang terkenal adalah Baitul Mal (Lembaga Pembendaharaan Negara) pusat. Jepang masih mengijinkan hak untuk hidup untuk organisasi MIAI karena Jepangan juga membutuhkan organisasi ini, tapi jepang tidak lengah begitu saja walaupun diberikan untuk hidup namun organisasi MIAI juga mengancam pemerinthan JEpang dikarenakan MIAI dibentuk atas inisiatif kaum muslim dan perhatiannya banyak tertuju pada masalah politik dan akan menolak kolonialisme. Karena dianggap organisasi kurang memuaskan maka dibubarkan dan digantikan oleh Majelis Syura Muslimin Indonesia pada bulan Oktober 1943.

3. Perjuangan Melalui Gerakan Bawah Tanah
   Selain melakukan taktik kerja sama dengan Jepang, para pejuang juga melakukan perjuangan secara diam-diam (gerakan bawah tanah) antara lain sebagai berikut.
  a. Gerakan Kelompok Sutan Syahri.
  b. Gerakan Kelompok Amir Syarifudin.
  c. Golongan Persatuan Indonesia.
  d. Kelompok Sukarni.
  e. Kelompok Muda Menteng 31.
  f. Golongan Kaigun.
 Gerakan-gerakan diatas dalam mencapai tujuannya melakukan kigiatan-kegiatan sebagai berikut.
   a. Menjalin komunikasi dan memelihara semangat nasionalisme.
   b. MEnyiapkan kekuatan untuk menyabut kemerdekaan.
   c. Mempropagandakan kesiapan untuk merdeka.
   d. Perjuangan melalui perlawan perang bersenjata.

0 Response to "Pergerakan Bangsa Indonesia Melawan Kedudukan Jepang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel