Pengertian Qishash, Hikmah dan Hukum Qishash

a. Pengertian qishash
Menurut syara’ qishash adalah melakukan pembalasan yang sama (serupa) terhadap perbuatan atau pembunuhan atau metukai atau perusakan anggota badan atau menghilangkan manfaat anggota badan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.

b. Hukum Qishash
sebagai bentuk hukuman bagi pelaku pembunuhan atau penghilangan manfaat/fungsi anggota badan, disyari'atkan dalam Islam.
Ketentuan mengenai qishash ini dijelaskan dalam al Quran antara lain Firmar Allah Swt.

وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْأَنْفَ بِالْأَنْفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ ۚ فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ ۚ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Artinya : “Dan kami telah tetapkan terhadap mereka didalamnya (At-Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, dan gigi dengan gigi dan Iuka-luka pun dengan qishashnya. Barang siapa melepaskan (hak qishashnya) akan melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang dzalim.” (QS. AI-Maidah:45).

c. Macam-macam Qishash
Berdasarkan pengertian dan hukum qishash yang telah diterangkan di atas, maka qishashterdiri dari dua macam yaitu:
1) Orang yang terbunuh terpelihara darahnya, artinya orang tindak pidana pembunuhan.
2) Qishash anggota badan yakni qishash bagi pelaku tindak pidana melukai, merusak atau menghilangkan manfaat/fungsi anggota badan.

d. Syarat-syarat Qishash
Hukum qishash wajib dilaksanakan apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.

1) Orang yang terbunuh terpelihara darahnya, artinya orang jahat. Seseorang mukmin yang membunuh orang kafir, orang murtad atau pezina tidak dikenakan qishash, tetapi dijatuhi hukaman lain menurut pertimbangan hakim, sabda Rasulullahsaw:


(لايقْتلُ مسلم بكافرٍ (روه الخاري

Artinya: “Tidak dibunuh orang muslim dengan sebab ia membunuh orang kafir. (H.R. Bukhari)
Denda berat (Diyat Mughaldlah) dalam tradisi hukum islam sering berupa unt atau memerdekakan budak. Hal ini tentu saja pada awalnya disesuaikal denqan kondisi masyarakat arab pada saat itu. Meskipun ada alternatif sanks.

hukum lainnya, bila tidak dipenuhi alternatif pertama. Dalam rangka pelestarian habitat unta yang semakin langka, tentu saja denda yang berupa ratusan unta betina itu layak dipertimbangkan untuk diganti dengan barang atau uang yang senilai dengan denda yang mesti dipenuhinya.
1. Pembunuh sudah Baligh dan Berakal
2. Pembunuh bukan Bapak dari terbunuh

Tidak wajib qishash bagi bapak yang membunuh anaknya, akan tetapi wajib qishash apabila anak membunuh bapaknya.
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw:

وعنْ عمر بْن الخطاب رضي لله عنهُ قال: سمعتُ رسوْل الله صلى الله عليه وسلم قال: لا يقا صّ الوالد بالْولد

Artinya: Dari umar bin khattab ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah wajib qishas apabila anak membunuh bapaknya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw.

4. Orang yang dibunuh sama derajatnya dengan omng yang membunuh atau tidak lebih rendah seperti Islam dengan Islam, merdeka dengan merdeka, hamba dengan hamba. Firman Allah Swt:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى ۖ الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْأُنْثَىٰ بِالْأُنْثَىٰ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman diWajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh, orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. ”( QS. AlBaqoroh: 178).

5. Qishash itu dilakukan dalam hal yang sama, jiwa dengan jiwa, angota badan dengan anggota badan seperti mata dengan mata, telinga dengan telinga dan sebagainya.
Firman Allah SWT:

كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْأَنْفَ بِالْأَنْفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ

Artinya: Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada qishaashnya.

e. Hikmah Qishash 
    Hukum qishash baik jiwa ataupun qishash anggota badan dapat menimbulkan pengaruh positif, antara lain
1) Dapat memberikan pelajaran pada kita bahWa neraca keadilan harus ditegakkan. Betapa tinggi nilai jiwa dan tubuh manusia. Nyawa dibayar dengan nyawa, anggota tubuh dibayar dengan dengan anggota tubuh pula.
2) Dapat memelihara keamanan dan ketertiban dengan adanya ancaman qishash mendorong orang untuk berpikir lebih jauh bila ada niat untuk melakukan pembunuhan atau penganiayaan. Lebih jauh dari itu setiap orang sadar akan menjauhkan diri dari nafsu membunuh atau melukai orang lain sehingga masyakataman dan damai.
3) Dapat mencegah terjadinya pertentangan dan permusuhan yang mengundang terjadinya pertumpahan darah. Dengan hukum qishash membantu pemerintah dalam usaha memberantas kejahatn. Keamanan dan ketertiban dan' hidup penuh kedamaian terhindar dari permusuhan, terjamin dan ditegaskan oleh Allah swt.
Dalam furman-Nya:

وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Dan dalam qishash itu ada jaminan (kelangsungan hidup bagimu, hai orang-orang yang berakall, supaya kamu bertaqwa. ” (QS. Al-Baqarah: 179) (DEPAG, hal. 215-221)

0 Response to "Pengertian Qishash, Hikmah dan Hukum Qishash"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel