Pengertian Kifarat dan Hikmah Kifarat

a. Pengertian Kifarat

Kifarat adalah sejenis denda yang wajib dibayar oleh seseorang yang telah mengerjakan perbuatan tertentu yang telah dilarang oleh Allah swt. Kifarat sebagai tanda taubat kepada Allah swt.

b. Kifarat pembunuhan
Agama Islam sangat melindungi jiwa, tidak boleh menumpahkan darah tanpa sebab-sebab tertentu Sesuai dengan ajaran agama Islam. Untuk itu seseorang yang membunuh orang lain, maka ia harus menyerahkan diri untuk dibunuh atau dia membayar diyat (denda) maka dia diwajibkan juga membayar kifarat. Adapaun kifarat pembunuhan memerdekakan hamba sahaya muslim atau dia waiib puasa dua bulan berturut-turut.
مَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَأً فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ وَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ إِلَىٰ أَهْلِهِ إِلَّا أَنْ يَصَّدَّقُوا ۚ فَإِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ عَدُوٍّ لَكُمْ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ ۖ وَإِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ فَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ إِلَىٰ أَهْلِهِ وَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ ۖ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Artinya: dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. An-Nisa:92)

Persoalan yang cukup menarik dalam kaitannya dengan kifarat (denda) bagi seorang pembunuh dalam ayat di atas adalah memerdekakan hamba sahaya (budak). Budak dalam pengertian klasik kalau mau diterapkan pada masa Sekarang tentu saja menjadi tidak mudah untuk mendapatkannya. Untuk itu perlu adanya tela'ah ulang tentang pengertian budak. Hanya saja ditemukannya berbagai kasus penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga, dan pemberian beban pekerjaan yang melebihi kapasitas kemampuan manusia normal seorang manusia maupun perlakuan semena-mena yang dilakukan oleh majikannya, dapat dijadikan alternatif pemikiran bahwa pembantu rumah tangga seperti ini dapat dikategorikan sebagai Seorang. budak atau hamba sahaya. Oleh karena itu kifarat (denda) hamba sahaya (budak), tidak ada salannya sesuai dengan realitas yang ada dalam kehidupan masyarakat modern seperti sekarang ini dapat diganti dengan memerdekakan dalam arti mengentaskan para pembantu rumah tangga tersebut menjadi seorang Yang mandiri dalam kehidupannya. Hal ini sebenarnya sangat sesuai dengan (semangat)ajaran Islam itu sendiri.

c. Hikmah Kifarat Pembunuhan
Apabila keluarga terbunuh memaafkan pembunuh maka gugurlah qishash dan wajib si pembunuh membayar diyat dan kifarat. Gugurnya qishash berarti bebaslah sipembunuh dari hukum dunia. Sedangkan ancaman sangsi diakhirat tetap berlaku. Jika diyat dapat berfungsi sebagai tanda taubat kepada Allah SWT. Dengan melihat nilai-nilai kifarat, dapat pula diambil pelajaran bertapa tingginya derajat dan martabat manusia sebagai makhluk Allah yang mulia dan terhormat di atas makhluk Allah yang lain. (DEPAG, hal. 228-230).

0 Response to "Pengertian Kifarat dan Hikmah Kifarat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel