Lahirnya Negara-Negara Fasis

 Fasis sebagai lambanng kedikatoran sebenarnya telah muncul jauh sebelum abad ke-20. Fasis merupakan golongan negara nasionalis ekstrem yang menganjurkan dijalankanya kekuasaan pemerintah otorier. Fasis mengutamakan kepentingan diatas segalanya, negara fasis umunya totalitarian. Totalitarian adalah hanya ada satu partai yang berkuasa dan dominasi militer yang kuat. Ciri lainya meraka menganggap ras mereka lebih tinggi dari ras lainya.
 Negara-negara yang berfaham fasis, Italia, Jerman, dan Jepang.

1. Fasis Italia
    Fasisme Italia berakar dari nasionalisme Italia dan keinginan untuk merestorasi dan memperluas wilayah Italia, yang dianggap penting oleh para fasis untuk menegaskan keunggulan dan kekuatan bangsa dan menghindari keruntuhan. Para fasis Italia mengklaim bahwa Italia modern adalah penerus Romawi Kuno dan mendukung pendirian Kekaisaran Italia untuk menyediakan spazio vitale ("ruang vital") bagi para penetap Italia dan menguasai Laut Tengah.
  Ideologi ini dikaitkan dengan Partai Fasis Italia (yang menguasai Kerajaan Italia dari tahun 1922 hingga 1943 di bawah kepemimpinan Benito Mussolini), Partai Fasis Republikan (yang berkuasa dari tahun 1943 hingga 1945), Gerakan Sosial Italia, dan gerakan-gerakan neo-fasis lainnya. Fasisme Italia mendukung sistem ekonomi korporatisme, yaitu sistem yang menghubungkan sindikat majikan dan pekerja dalam asosiasi-asosiasi agar dapat secara kolektif mewakili produsen ekonomi bangsa dan bekerja sama dengan negara untuk menetapkan kebijakan ekonomi nasional.
 Adapun faktor pendorong terbentuknya fasis Italia.
a. Kekecewan rakyat italia atas penyempitan wilayah akibat perang dunia I.
b. Keninginan Itali untuk mengulang kejayaan romawi.
c. Penderitaan rakyat akibat perang dunia I.
d. Kelemahan atas kebijakan pemerintah raja Viktor Emmanuel III.
    Pada tahun 1922 Mussolini terpilih menjadi perdana mentri, selanjutnya ia mengangkat sebagai "II Daunce" atau Sang Pemimpin.
 Adapun upaya untuk membentuk Kejayaan di Italia, antara lain sebagai berikut:
a. Menyingkirkan lawan-lawan politik yang mencoba merintangi usahanya.
b. Memperkuat angkatan perang.
c. Menguasai seluruh Laut Tengah sebagai Mare Nastrum (laut kita)

2. Nazisme Jerman
    Setelah perang Dunia I, jerman mengalami kehancuran terutama dalam hal infratruktur dan ekonomi. Dalam khal ini muncul tokoh Adolf Hitler. Beliau mendirikan partai nazi (National Soziallistice Deutsche Albelter Partai)
 Terbentuknya Nazisme di Jerman
a. Bangsa Jerman (Ras Arya) merupakan ras yang paling unggul.
     Sebagai bangsa besar, maka jerman memerlukan sejumlah wilayah taklukan.
b. Menggelorakan chauvisme (nasional berlebihan) untuk membangkitkan harga diri bangsa jerman dengan cara:
   - Membangun angkatan perang yang kuat.
   - Membangun industri secara besar-besaran 

3. Militerisme di Jepang
    Pada tahun 1914, jepang dibawah kaisar Hirota mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam bidang perdagangan, industri, dan militer, dan dirinya menganggap sebagai Dewa matahari (Amateraucu Omikami)
 Faktor-faktor terbentuknya militerisme di Jepang:
a. Kenginan jepang utuk menduduki wilayah sekitarnya yang memiliki sumber daya mentah.
b. Kenginan jepang untuk menguasai negara disekitarnya.
c. Kenginan untuk melemahkan negara pesaingnya.
d. Kelemahan pemerintah sipil yang mengakibatkan ketidak mampuan jepang dalam menangani krisis ekonomi.
   Adapun faktor berkembangnya militerisme di Jepang, antara sebagai berikut:
a. Mengobrkan semangat Bushido (jalan kasatria).
b. Menyingkirkan tokoh politik yang anti militer.
c. Memodernisasi angkatan perang.

0 Response to "Lahirnya Negara-Negara Fasis"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel