Hikmah Diyat dan Contoh Diyat

Diyat Karena Kejahatan Melukai Atau Memotong Anggota Tubuh
 Ketentuan diyat karena kejahatan penganiayaan, yaitu melukai atau memotong anggota tubuh adalah sebagai beriku.
a. Wajib membayar satu diyat penuh, apabila memotong anggota tubuh, dua tangan, dua kaki, hidung dan telinga, dua mata, lidah, bibir, tempat keluarnya bicara, penglihatan atau pendengaran, dan kemaluan laki-laki. Pelaku pemotongan anggota tubuh diatas harus diqishash, atau kalau dimaafkan keluarga terbunuh, harus membayar satu diyat, berupa 100 ekor unta atau seharganya.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Jabir, Rasulullah saw bersabda:
وفِى الرّ جلينِ الدّ ية
Artinya: "Pada (memotong) dua kaki satu diyat penuh"
Dalam hadits lainya meriwayatkan
وفِى اليدَ ينِ الدّ يةٌ
Artinya: "Pada (memotong) dua tangan satu diyat penuh"
b. Wajib membayar setengah diyat, apabila memotong salah satu dari anggota tubuh yang dua-dua, satu kaki, satu tangan, satu telinga dan sebagainya.
Rasulullah saw bersabda:
و ف لاٌدن خمسُن من ٱ لإ بل
Artinya: Dalam merusak satu telinga wjib membayar 50 ekor unta (H.R Baihaqi dan Daruqthni)
c. Wajib membayar sepertiga diyat, apabila melukai anggota tubuh antara lain melukai kepala sampai ke otak atau melukai badan sampai ke perut.
d. Wajib membayar diyat, berupa:
1) 15 ekor unta bagi lUka sampai terkelupas kulit di atas tulang.
2) 10 ekor unta bagi luka yang mengakibatkan putusnya jari-jari baik jari tangan maupun jari kaki.
3) 5 ekor unta bagi luka yang mengakibatkan patah sebuah gigi, atau luka sampai terkelupas daging.

Adapun ketentuan-ketentuan terhadap pemotonga, menghilangkan atau membuat cacat anggota badan yang belum ada ketentun hukumnya sebagai tersebut di atas diserahkan sepenuhnya kepada kebijaksanaan hakim.  Hukum-hukum yang diserahkan kepada kebijaksanan hakim karena belum ada hukum disebut ta’zir.

Hikmah Diyat
Dalam ketentuan-ketentuan denda (diyat) terhadap tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan terkandung hikmah yang sangat besar sebagai alat untuk mencegah pertumpahan darah, dan sebagai obat hati dari rasa dendam.
Diyat sebagai alat pencegah pertumpahan darah dapat kita pahami karena bagi pembunuh tinggal dua pilihan: dibunuh atau-dimaafkan oleh ahli waris korban dengan membayar denda. Bagi keluarga terbunuh tinggal memilih dua pilihan: “membalas membunuh atau melukai atau memberi maaf dengan meminta ganti rugi (diyat) yang dipilih.” Maka berarti rasa dendam hati telah hilang pada diri korban atau keluarganya, dengan demikian maka hati kembali bersih dari kebencian dan kemarahan, maka berarti dia (denda) dapat mencegah pertumpahan darah berkepanjangan.
Meskipun rasa sakit hati, dendam kebencian dan kemarahan tidak akan hilang begitu saja dengan diterimanya sejumlah uang atau barang sebagai ganti ruginya, tetapi karena penerimaan terhadap sejumah denda atau ganti rugi (diyat) yang didorong oleh sikap batin yang lebih mendasar yaitu-“memaafkan” maka diyat merupakan obat atau rasa ikut berduka dan tanda permohonan maaf serta persahabatan kembali dari orang yang pernah melukai.(DEPAG , hal. 222-227)

0 Response to "Hikmah Diyat dan Contoh Diyat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel