Diplomasi Beras Tahun 1946

Meski bunyi proklamasi telah di dengungkan pada 17 Agustus 1945, namun pihak Belanda tak mau juga menyerah, dengan membawa NICA dan sekutunya Belanda ingin kembali menguasai Indonesia melalui agresi militer-nya. Melihat hal itu Sutan Sjahrir yang saat itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri bukan ingin membalas Belanda dengan kekuatan fisik seperti militer. Beliau malah sibuk memberi bantuan setengah juta ton beras kepada India, saat negera tersebut sedang mengalami kelaparan.
Sebagai imbalanya India bersedia mengerim bahan pakaian yang sangat dibutuhkan oleh Rakyat Indonesia keuntungan lainya adalah India berperan aktif membantu kemerdekaan RI. Melihat hal tersebut

Belanda semakin terbakar hatinya karena secara tidak langsung Sjahrir telah berhasil menerobos blokade ekonomi yang selama ini Belanda Lakukan.
 Nehru yang terpukau oleh uluran tangan Sjahrir, kemudian mengadakan Asians Relations Conference di New Delhi dan mengundang Sjahrir. Sesusai konferensi, Sjahrir tak langsung pulang, ia mampir terlebih dahulu ke negara-negara yang diewatinya seperti Kairo, Suriah, Iran, Burma, dan Singapura. Kunjungan tersebut sekaligus menandakan kebobolan blokade ekonomi yang dibuat Belanda. Sejak saat itu pula kesempatan Indonesia untuk membuka kembali hubungan ekonomi berbagai negara semakin mudah.


0 Response to "Diplomasi Beras Tahun 1946"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel