Prasasti Kerajaan Kutai Dan Taruma Negara

Prasati

   piagam atau dokumen yang ditulis pada bahan yang keras dan tahan lama. Penemuan prasasti pada sejumlah situs arkeologi, menandai akhir dari zaman prasejarah, yakni babakan dalam sejarah kuno Indonesia yang masyarakatnya belum mengenal tulisan, menuju zaman sejarah, di mana masyarakatnya sudah mengenal tulisan. Ilmu yang mempelajai tentang prasasti disebut Epigrafi.
Di antara berbagai sumber sejarah kuno Indonesia, seperti naskah dan berita asing, prasasti dianggap sumber terpenting karena mampu memberikan kronologis suatu peristiwa. Ada banyak hal yang membuat suatu prasasti sangat menguntungkan dunia penelitian masa lampau. Selain mengandung unsur penanggalan, prasasti juga mengungkap sejumlah nama dan alasan mengapa prasasti tersebut dikeluarkan.

 a. Prasati Kerajaan Kuatai (Mulawarman)
      Sebuah prasasti yang merupakan peninggalan dari Kerajaan Kutai. Terdapat tujuh buah yupa yang memuat prasasti, namun baru 4 yang berhasil dibaca dan diterjemahkan. Prasasti ini menggunakan huruf Pallawa Pra-Nagari dan dalam bahasa Sanskerta, yang diperkirakan dari bentuk dan jenisnya berasal dari sekitar 400 Masehi. Prasasti ini ditulis dalam bentuk puisi anustub dan mengandung silsilah Kerajaan Kutai.

 b. Prasasti Kerajaan Taruma Negara
      Prasasti ini Mengunakan Huruf Pallawa dan bahasa sankskerta, prasati Kerajaan Taruma Negara antara lain sebagai berikut:
    1. Prasasti Kebon Kopi (tapak)
          Prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang ditemukan di daerah Kampung Muara (sekarang: Desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Bogor) oleh para penebang hutan pada abad ke-19 ketika mereka akan membuka lahan untuk membudidayakan tanaman kopi.
    2. Prasasti Pasir Awi
          Bukti peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang juga ditemukan oleh N.W. Hoepermans pada tahun 1864. Prasasti ini ditemukan di lereng selatan bukit Pasir Awi, kawasan hutan perbukitan Cipamingkis, Sukamakmur, Bogor. Prasasti yang berada di atas bukit ini tidak mengungkap sedikitpun sejarah kerajaan tarumanegara. Karena, hanya berisi paharan gambar dahan, ranting, daun, dan buah-buahan, serta sepasang telapak kaki.
    3. Prasasti Muara Cianteun (Prasasti Pasir Muara)
          Prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang ditemukan oleh N.W. Hoepermans pada tahun 1864. Prasasti ini ditemukan di Pasir Muara di persawahan, tepi sungai Cisadane yang berdekatan dengan Muara Cianten. Prasasti ini berisi pesan bahwa pada tahun 854 M, pemerintahan negara telah dikembalikan ke Kerajaan Sunda.
    4. Prasasti Ciaruteun (Prasasti Ciampea)
          Prasasti yang terbuat dari batu alam. Ditemukan di tepi Sungai Ciaruteun, Bogor pada tahun 1863 oleh pemimpin Museum Nasional (Bataaviasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen). Prasasti Caruteun hingga kini masih tetap berada tempat awal kali ia ditemukan yaitu di di Desa Ciaruteun Ilir, kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

0 Response to "Prasasti Kerajaan Kutai Dan Taruma Negara"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel